SMA Hang Tuah 2 Perkuat Bakat Penyiaran Melalui Kunjungan

  • 22 Mei 2026 11:26 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Kegiatan kunjungan media yang dilakukan siswa SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo Kamis 21 Mei 2026 berlangsung penuh antusiasme. Sebanyak 15 siswa anggota ekstrakurikuler Public Speaking dan Broadcasting mengunjungi TVRI Jawa Timur dan RRI Surabaya guna memperluas wawasan mengenai dunia penyiaran dan jurnalistik. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung agar siswa dapat memahami proses produksi media secara nyata di lapangan.

Kegiatan diawali dengan persiapan dan pengarahan di lingkungan sekolah oleh Wakasek Kesiswaan, Ibu Maharani Gita K.,S.Pd.,MPd sejak pukul 08.00 WIB. Rombongan didampingi oleh dua guru pembimbing, yakni Adi Joe dan Yohanes Aridian Saputra.

Setelah pengarahan selesai, para siswa berangkat menuju lokasi pertama dan tiba di TVRI Jawa Timur pada pukul 10.00 WIB. Suasana semangat sudah terlihat sejak pagi dari seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Sejak pagi kami sudah sangat antusias. Kunjungan ini sudah kami nantikan selama berbulan-bulan,” ujar Ketua EkstrakurikulerPublic Speaking, Mutiara Farah dari kelas XI-E2, dengan penuh semangat.

Ia mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena siswa dapat melihat langsung bagaimana dunia penyiaran bekerja di balik layar.

Di TVRI Jawa Timur, rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Redaksi, Iwan Tuwanakota. Dalam sesi pemaparan, ia menjelaskan alur produksi program televisi mulai dari tahap perencanaan, pengambilan gambar, hingga proses editing sebelum tayang kepada masyarakat.

“Proses produksi televisi tidak sesederhana yang dilihat pemirsa di rumah. Ada tim kreatif, teknis, dan redaksi yang bekerja sinergis. Kalian harus menguasai ketiganya jika ingin sukses di bidang ini,” tegasnya di hadapan para siswa.

Selain mendengarkan penjelasan, siswa juga diajak berkeliling studio dan ruang kerja produksi. Mereka diperlihatkan berbagai peralatan penyiaran yang digunakan dalam proses siaran televisi. Kesempatan tersebut dimanfaatkan siswa untuk bertanya langsung mengenai peluang karier di industri media.

“Saya jadi paham bahwa menjadi penyiar tidak hanya soal suara bagus, tapi juga kemampuan mengolah informasi dengan cepat dan tepat,” ujar salah satu siswi, Monica Dewi dari kelas XI-C1, usai sesi diskusi berlangsung.

Usai kunjungan di TVRI Jawa Timur, rombongan melanjutkan istirahat dan makan siang sebelum menuju lokasi kedua, yaitu RRI Surabaya pada pukul 13.00 WIB. Selama perjalanan, para siswa tampak berbagi pengalaman dan membahas hal-hal baru yang mereka dapatkan dari kunjungan sebelumnya.

“Saya terkesan dengan kamera broadcast yang sangat besar dan mahal. Rasanya seperti mimpi bisa masuk ke ruang produksi TVRI,” tutur Nyoman Emily dari kelas X-2 sambil menunjukkan dokumentasi foto yang ia ambil selama kegiatan berlangsung.

Di RRI Surabaya, seluruh kegiatan dipandu oleh penyiar Pro 4, Wahyu Chan. Ia memperkenalkan dunia penyiaran radio yang memiliki karakter berbeda dibanding televisi. “Radio mengandalkan kekuatan suara dan imajinasi pendengar. Seorang penyiar harus mampu menciptakan kedekatan emosional hanya lewat intonasi dan pilihan kata,” jelas Wahyu Chan saat mengajak siswa memasuki ruang siaran radio.

Para siswa juga diberi kesempatan mencoba membaca naskah berita secara langsung di depan mikrofon. “Saya sangat terinspirasi. Pak Wahyu bilang, kunci menjadi penyiar radio adalah keberanian dan kejujuran saat berbicara. Itu pelajaran yang tidak akan saya lupakan,” ujar Fadilah Kamal dari kelas X-9 setelah mengikuti pengarahan dari mentor secara langsung.

Kegiatan kunjungan media berakhir pada pukul 15.00 WIB dan rombongan kembali ke sekolah sekitar pukul 15.45 WIB. Guru pendamping, Bapak Yohanes Aridian Saputra, berharap pengalaman tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri serta motivasi siswa dalam bidang komunikasi dan penyiaran.

“Kami melihat perubahan positif pada siswa. Mereka lebih percaya diri dan punya gambaran nyata tentang profesi di bidang penyiaran. Semoga ke depan mereka bisa magang atau bahkan bekerja di lembaga media besar seperti TVRI dan RRI,” ungkapnya.

Dokumentasi dan hasil kegiatan ini nantinya juga akan dipublikasikan sebagai bagian dari konten informasi sekolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....