Kemendikdasmen Kaji Pengembangan Sekolah Olahraga Nasional

  • 14 Apr 2026 19:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mengkaji pengembangan model sekolah olahraga nasional dengan menjadikan SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur sebagai acuan. Kajian ini dilakukan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis minat dan bakat di bidang olahraga.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan konsep sekolah dengan kelas khusus olahraga dinilai relevan untuk dikembangkan di sejumlah satuan pendidikan di Indonesia.

“Kami memang telah ada pembicaraan awal dengan Menpora, untuk nanti ada kelas-kelas olahraga di sekolah-sekolah tertentu. Yang mungkin dalam satu sekolah itu ada satu kelas, ada pengembangan bakat dan minat olahraga tertentu,” kata Abdul Mu’ti saat mengunjungi SMANOR Jatim, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut akan melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk unit atau badan olahraga serta mitra pemerintah daerah maupun swasta.

“Ini saya kira satu bentuk yang sangat penting untuk kita bangun, dan kemudian sekolah model tertentu ini nanti bakal kita replikasi. Nanti kita lihat lagi,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menilai fasilitas dan infrastruktur SMANOR Jatim sudah cukup memadai untuk mendukung pembinaan atlet pelajar. Namun, pemerintah tetap membuka kemungkinan dukungan anggaran untuk pengembangan sarana olahraga.

“Mudah-mudahan kalau ada anggaran tahun ini, kita lihat apa yang bisa kami bantu untuk pengembangan olahraga yang diselenggarakan di SMANOR Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap SMANOR terus berkembang dan mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi melalui penambahan cabang olahraga dan fasilitas pendukung.

“Tidak hanya 16 cabang olahraga, nanti kalau berkembang terus dengan peralatan yang ada, sarana prasarana yang lengkap, kita berharap itu, kembali lagi adalah prestasi anak-anak Jawa Timur yang bisa berkancah di tingkat nasional dan internasional,” ujar Aries.

Ia juga menyoroti kebutuhan sarana tambahan seperti kolam renang agar siswa tidak perlu lagi berlatih di luar lingkungan sekolah.

“Memang butuh biaya yang cukup besar, lahannya sudah ada, tinggal bagaimana nanti kita ajukan lagi proposal. Kemudian pemerintah pusat bisa memberikan perhatian dalam bentuk pembangunan untuk kolam renang,” jelasnya.

Selama ini, sejumlah siswa atlet cabang renang masih harus berlatih di fasilitas luar sekolah seperti Gelanggang Olahraga (GOR), yang dinilai kurang efektif karena mengganggu proses pembelajaran di sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....