Maknai Esensi Wukuf di Arafah: Puncak Kepasrahan dan Momentum Muhasabah
- 22 Mei 2026 11:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, program siaran "Cahaya Pagi" Pro 4 RRI Surabaya edisi Jumat 22 Mei 2026 menghadirkan ulasan mengenai makna spiritual Wukuf di Arafah. Terhubung sebagai narasumber, Ustadz Nur Salam, S.Ag., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sambikerep, Kementerian Agama Kota Surabaya.
Dalam siaran, Ustadz Nur Salam menjelaskan bahwa wukuf di Padang Arafah bukan sekadar rukun haji, melainkan inti atau puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji itu sendiri. Hal ini selaras dengan hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa “Al-Hajju Arafah” (Haji itu adalah Arafah).
"Wukuf artinya berhenti atau berdiam diri. Di tempat yang sangat bersejarah ini, jutaan manusia dari berbagai belahan dunia berkumpul dengan pakaian yang sama, yakni kain ihram putih tanpa jahitan. Tidak ada sekat jabatan, suku, maupun kekayaan. Semuanya sama dan pasrah di hadapan Allah SWT," ujar Ustadz Nur saat mengudara di Pro 4 RRI Surabaya.
Berdasarkan ketetapan sidang isbat, Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) akan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 mendatang. Ustadz Nur Salam menambahkan, bagi jemaah haji yang sedang berada di tanah suci, waktu wukuf dimulai dari tergelincirnya matahari (waktu zuhur) pada 9 Zulhijah hingga terbitnya fajar pada hari berikutnya (hari Iduladha).
Beliau juga menitipkan pesan penting bagi masyarakat Kota Surabaya yang belum berkesempatan berangkat ke tanah suci tahun ini. Menurutnya, kesakralan momentum Wukuf di Arafah tetap bisa dirasakan kemuliaannya melalui amalan sunnah di tanah air.
"Bagi kita yang belum dipanggil menjadi jemaah haji tahun ini, Allah SWT memberikan ruang kemuliaan yang luar biasa melalui Puasa Arafah pada 9 Zulhijah nanti. Puasa ini mempunya keutamaan yang besar, yakni dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang," terangnya.
Di akhir dialog Cahaya Pagi, Penyuluh Agama Kemenag Surabaya ini mengajak seluruh warga Surabaya untuk menjadikan momentum akhir bulan Mei ini sebagai sarana muhasabah (evaluasi diri) dan meningkatkan kepedulian sosial, terutama dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....