Keutamaan Puasa Arafah

  • 19 Mei 2026 09:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa bagi umat Islam karena di dalamnya terdapat hari Arafah yang penuh kemuliaan. Dalam siaran Cahaya Pagi, Selasa, 19 Mei 2026, tema Keutamaan Puasa Arafah diangkat untuk mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan momentum ibadah di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lakarsantri, Kemenag Surabaya Ustadzah Ajeng Irna B, dalam siaran di Program Cahaya Pagi RRI Pro4 menjelaskan besarnya keutamaan puasa Arafah dan amal saleh di bulan tersebut.

Dalam pemaparannya, Ustadzah Ajeng menjelaskan bahwa hari Arafah, yakni 9 Dzulhijjah, bukan hanya penting bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, tetapi juga memiliki keutamaan besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Ia mengingatkan bahwa hari tersebut menjadi saksi turunnya firman Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 3 tentang kesempurnaan agama Islam.

“Ketika ayat itu turun, sahabat Umar bin Khattab justru menangis. Beliau memahami bahwa ketika agama ini telah disempurnakan, maka usia Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah mendekati akhir,” ujar Ustadzah Ajeng .

Menurutnya, peristiwa itu menunjukkan bahwa hari Arafah bukanlah hari biasa. Allah memilih momentum wukuf Rasulullah di Arafah untuk menurunkan ayat yang sangat agung. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan tidak melewatkan kesempatan emas di bulan Dzulhijjah.

Ustadzah Ajeng juga menyinggung teladan para sahabat Nabi yang memuliakan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ia menyampaikan bahwa para sahabat tidak menunggu usia tua atau kondisi lapang untuk meningkatkan ibadah, melainkan segera memanfaatkan waktu yang ada untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Kita belajar dari para sahabat bahwa hari-hari mulia seperti Arafah adalah kesempatan yang belum tentu terulang dalam hidup. Mereka tidak menunggu tua untuk serius beribadah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ustadzah Ajeng mengutip hadis riwayat Muslim mengenai keutamaan puasa Arafah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Ia menegaskan bahwa ampunan tersebut merupakan rahmat besar bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.“Bayangkan, hanya dengan satu hari berpuasa Allah memberikan ampunan dua tahun dosa. Ini bukan perkara kecil karena manusia tidak pernah luput dari dosa-dosa kecil yang sering tidak disadari,” tuturnya.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa para ulama menerangkan penghapusan dosa tersebut berlaku untuk dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh. Puasa Arafah pun dinilai bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan momentum membersihkan hati dan memperbaiki diri.

Selain puasa Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ustadzah Ajeng mengingatkan bahwa Allah sendiri bersumpah dalam Surat Al-Fajr tentang kemuliaan malam-malam tersebut. Ia menyebut amal ibadah yang dilakukan pada hari-hari itu memiliki nilai yang luar biasa di sisi Allah.

“Amal biasa di hari biasa nilainya biasa, tetapi jika dilakukan di awal Dzulhijjah maka nilainya menjadi luar biasa karena Allah melipatgandakan pahala amal saleh,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat sunnah, berpuasa, hingga memperbaiki hubungan dengan sesama. Menurutnya, momentum Dzulhijjah harus dimanfaatkan untuk meningkatkan iman dan ketakwaan.

Ustadzah Ajeng turut menekankan bahwa hari Arafah merupakan hari pembebasan dari api neraka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, lanjutnya, menyebut tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain hari Arafah. Karena itu, umat Islam yang tidak berhaji tetap memiliki kesempatan meraih kemuliaan melalui puasa dan doa.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton sementara saudara-saudara muslim lain berlomba-lomba meraih ampunan Allah di hari Arafah,” katanya.

Menutup siaran Cahaya Pagi, Ustadzah Ajeng mengajak para pendengar memanfaatkan bulan Dzulhijjah dengan sebaik-baiknya. Ia berharap umat Islam dapat termasuk golongan orang-orang bertakwa melalui puasa Arafah dan amal saleh lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....