PMII Soroti Ruang Ekspresi Pemuda

  • 20 Mei 2026 17:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Momentum Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas 2026 dimaknai Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII sebagai semangat kebangkitan generasi muda untuk berani keluar dari ketertinggalan, kebodohan dan ketidakadilan.

Sekretaris Umum PC PMII Surabaya, Sutrisno Alhamdulillah menilai Harkitnas bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi refleksi perjuangan generasi muda dalam menyuarakan kebenaran dan perubahan sosial.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada 17 April 1960 dan aktif dalam pengembangan intelektual, kaderisasi, pendidikan kebangsaan serta gerakan sosial kemasyarakatan. Menurut Sutrisno, semangat kebangkitan nasional harus dijaga melalui keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan dan kritik sosial secara terbuka.

“Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai keberanian untuk bangkit dari ketertinggalan dan kebodohan, termasuk keberanian menyuarakan keadilan dan kebenaran,” ujarnya dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya bertema “Kebangkitan Nasional: Bangkit atau Diam?”, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari krisis karakter bangsa, pengaruh media sosial hingga terbatasnya ruang berekspresi dan menyampaikan pendapat di ruang publik.

Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari masih adanya penolakan terhadap karya maupun ruang diskusi publik yang melibatkan anak muda. Bahkan beberapa forum diskusi dinilai cenderung mengarah pada pembungkaman suara kritis generasi muda.

“Generasi muda membutuhkan ruang yang luas untuk menyampaikan gagasan, kreativitas dan kritik sosial. Jika ruang itu dibatasi, maka akan muncul ketakutan untuk berpikir kritis,” katanya.

PMII menilai generasi muda memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sosial dan kontrol demokrasi. Karena itu, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan perlu terus hadir membangun budaya literasi, pendidikan karakter dan ruang dialog yang sehat di tengah masyarakat.

Sebagai organisasi kader, PMII selama ini aktif menjalankan pendidikan kader, diskusi kebangsaan, advokasi sosial masyarakat hingga penguatan literasi digital bagi mahasiswa dan generasi muda. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran kritis sekaligus meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan bangsa.

Sutrisno menambahkan, kebangkitan nasional di era modern tidak lagi dimaknai sebatas perjuangan fisik, melainkan keberanian menjaga demokrasi, keadilan sosial dan persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

Melalui momentum Harkitnas, PMII berharap generasi muda tidak takut bersuara, tetap kritis terhadap persoalan sosial serta mampu menjadi motor perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....