Strategi Korporasi Harus Kontekstual

  • 20 Mei 2026 16:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program siaran Dialog Ekonomi, Rabu, 20 Mei 2026, di Radio Republik Indonesia Pro 4 Surabaya mengangkat tema Corporate Strategic Management dengan menghadirkan narasumber Dr. Effnu Subiyanto. Dalam dialog tersebut, Effnu menyoroti pentingnya pendekatan strategi korporasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia.

Effnu mengatakan, pengalamannya sebagai dosen di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya sekaligus praktisi membuatnya melihat adanya kesenjangan antara teori di kampus dan kebutuhan dunia kerja. “Ketika kami menginterview lulusan sarjana maupun S2, mereka sering kebingungan saat menjelaskan strategi korporasi secara konkret,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini mahasiswa terlalu banyak disuguhkan teori dari literatur luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kondisi Indonesia. Ia mengaku sejak kuliah juga merasakan sulitnya menemukan referensi strategi korporasi yang benar-benar lahir dari praktik perusahaan di Indonesia. “Kenapa kita selalu mengacu pada buku-buku luar negeri, padahal praktik di Indonesia memiliki karakter yang berbeda,” katanya.

Ia bersama sejumlah profesional di kampus kemudian berupaya menyusun pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif. Langkah tersebut dilakukan agar mahasiswa memiliki rasa percaya diri ketika menghadapi wawancara kerja maupun memasuki dunia industri. “Mahasiswa harus punya confident dan tidak merasa minder saat ditanya kontribusi strategis yang bisa mereka lakukan,” ucapnya.

Effnu menilai strategi korporasi selama ini sering dipersepsikan hanya berkaitan dengan kebijakan besar seperti merger atau akuisisi perusahaan. Padahal menurutnya, strategi juga dapat diterapkan pada level operasional sehari-hari. “Orang sering menganggap strategi itu hanya urusan direksi atau perusahaan besar, padahal di operasional pun ada strategi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, bidang logistik, procurement, hingga manajemen sumber daya manusia juga merupakan bagian dari strategi korporasi. Mahasiswa, lanjutnya, harus mampu menjelaskan inovasi dan perbaikan yang bisa dilakukan dalam proses kerja. “Kalau seseorang bekerja di tambang, misalnya, dia harus bisa menjelaskan strategi operasional apa yang dapat meningkatkan efisiensi,” katanya.

Dalam dialog itu, Effnu juga menekankan pentingnya pemahaman sederhana mengenai alur bisnis, mulai dari input, proses, hingga output. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa setiap tahapan memiliki ruang untuk pengembangan strategi. “Input, proses, dan output itu harus bisa dijelaskan secara konkret agar mahasiswa memahami strategi secara praktis,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembelajaran strategi korporasi di Indonesia perlu lebih disesuaikan dengan realitas industri nasional. Banyak teori internasional dinilai terlalu kompleks jika diterapkan secara langsung di Indonesia. “Kalau mahasiswa dipaksa memahami konteks luar negeri tanpa melihat realitas di sini, akhirnya mereka tidak konek dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Effnu menyebut mata kuliah Corporate Strategic Management saat ini diajarkan di Fakultas Bisnis, khususnya program magister atau S2 di UKWMS. Ia berharap pendekatan pembelajaran berbasis praktik dapat melahirkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. “Kami ingin mahasiswa memiliki keberanian berpikir original dan mampu memberi solusi nyata,” katanya.

Menutup dialog, Effnu berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memahami strategi korporasi secara dinamis dan kontekstual. Menurutnya, pemimpin masa depan harus mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan industri. “Semoga generasi muda semakin siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan strategi yang relevan dan berkelanjutan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....