Generasi Muda Diminta Mandiri Demi Kedaulatan Bangsa
- 20 Mei 2026 11:31 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Talkshow di RRI Surabaya menekankan pentingnya kemandirian generasi muda untuk masa depan bangsa.
- Momentum kebangkitan nasional harus memperkuat persatuan rakyat dan menjaga kedaulatan negara.
- Generasi muda perlu melek digital dan literasi media sosial agar mampu bersaing dan tetap berpegang pada nilai kebangsaan.
- Iduladha mengajarkan makna pengorbanan, bukan hanya menyembelih hewan, tapi juga mengorbankan ego demi kepentingan bersama.
- Persatuan, pengabdian, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat menjadi kunci kemajuan bangsa.
RRI.CO.ID, Surabaya - Semangat kebangkitan nasional dan makna Iduladha menjadi sorotan dalam talkshow “Semangat Kebangkitan Nasional di Balik Makna Kurban” yang digelar Radio Republik Indonesia Surabaya, Rabu 20 Mei 2026. Para narasumber mengajak generasi muda memperkuat kemandirian dan semangat pengorbanan demi masa depan bangsa.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya Bambang Udi Koro mengatakan, momentum kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai upaya memperkuat persatuan rakyat, menjaga kedaulatan negara, sekaligus membangun generasi muda yang mandiri.
Menurut Bambang, tantangan anak muda saat ini semakin kompleks di tengah derasnya arus digitalisasi dan media sosial. Karena itu, generasi muda dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital agar mampu bersaing dan tetap berpijak pada nilai kebangsaan.
“Anak-anak muda harus melek IT agar bisa berdaya dan mandiri untuk menciptakan NKRI yang berdaulat,” kata Bambang dalam talkshow tersebut.
Ia menegaskan, media sosial bisa menjadi ruang positif maupun negatif. Karena itu, diperlukan pendampingan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh propaganda dan informasi menyesatkan di dunia digital.
“Kita ingin generasi muda menjadi pribadi tangguh, mandiri, dan mampu mengikuti perkembangan zaman dengan bijak menggunakan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Surabaya Muhammad Muslim menilai Idul adha mengajarkan pentingnya pengorbanan dalam kehidupan beragama maupun berbangsa. Menurutnya, bangsa tidak akan bangkit tanpa adanya pengorbanan dari setiap warga negara.
Ia mengatakan, makna kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan mengorbankan ego dan kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar. Semangat itu, kata dia, relevan dengan upaya membangun bangsa dan negara.
“Ketika negara membutuhkan, kita harus siap hadir kapan pun dan di mana pun,” ujar Muhammad Muslim.
Menurutnya, nilai pengorbanan dalam Idul adha menjadi titik temu dengan semangat kebangkitan nasional. Sebab, kemajuan bangsa hanya dapat tercapai melalui persatuan, pengabdian, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....