PPIH Minta Jemaah Haji Rutin Minum Ditengah Cuaca Ekstrem

  • 14 Mei 2026 13:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - PPIH Embarkasi Surabaya mengingatkan para jemaah haji agar mewaspadai cuaca ekstrem di Tanah Suci yang mencapai hingga 45 derajat celsius. Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan kondisi udara yang sangat panas dan kering dinilai berpotensi menyebabkan tubuh kehilangan cairan tanpa disadari, sehingga jemaah diminta tetap disiplin menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

"Di Mekkah itu cuacanya yang tahun kemarin saja paling rendah 42, 43 bahkan 45 derajat. Kita berharap jemaah mengikuti perintah dan anjuran petugas untuk memakai masker meski cuaca panas. Mengonsumsi air setiap waktu tidak menunggu saat haus, karena disana cuaca yang kering. Penguapan tubuh kita tidak terasa, terik dan tidak terik cuacanya tetap 43 derajat," katanya.

Pihaknya juga mengimbau jemaah untuk mematuhi seluruh anjuran petugas, seperti tetap memakai masker, rutin mengonsumsi air meski belum merasa haus, serta menjaga pola makan. Menurutnya, cuaca panas di Mekkah dapat menguras energi tubuh dengan cepat sehingga asupan makan dan minum harus tetap terpenuhi, termasuk bagi jemaah yang sedang dalam kondisi kurang fit.

"Harapan kami jemaah mematuhi anjuran petugas. Minum makan harus dilaksanakan meskipun ada yang dalam kondisi dipaksakan. Faktor cuaca ini cukup menyita energi," ucapnya.

Sementara itu, PPIH Embarkasi Surabaya menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat enam jemaah haji asal Embarkasi Surabaya wafat di Arab Saudi. Mereka adalah Kamariyah Dul Tayib (85 tahun) dari Kloter 8 Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya Abd Wachid (71 tahun), jemaah Kloter 7 Kabupaten Pasuruan dan Fajar Puja Sasmita (53 tahun) dari Kloter 11 Kota Malang.

Kemudian, Sibiatun Saji (72 tahun) dari Kloter 33 Kabupaten Lamongan. Mustika Rajim Diman (75 tahun), jemaah Kloter 47 Kabupaten Gresik serta Suyono Reso (58 tahun) dari Kloter 62 Kabupaten Jombang.

Selain enam jemaah yang wafat di Arab Saudi, satu jemaah lainnya meninggal dunia di embarkasi, yakni Tini Atmin (56 tahun) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji. Mohammad As’adul Anam, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," katanya.

Hingga saat ini, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak delapan orang, terdiri atas lima jemaah sakit, satu pendamping, dan dua kategori lain terkait Mecca Route. Sementara itu, kedatangan jemaah ke embarkasi Surabaya pada hari ini, Kamis, 14 Mei 2026, berasal dari kloter 87, 88, 89, 90, dan 91 yang berasal dari Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Jember.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....