Sebanyak 62 Pengajar Al-Qur’an Metode Ummi SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Dikukuhkan
- 14 Mei 2026 12:29 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Sebanyak 62 Pengajar Al-Qur’an Metode Ummi SMA Muhammadiyah 3 Tulangan
- Kepala SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Hartatik, mengatakan, program pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi di sekolah tersebut dilaksanakan rutin setiap pekan, mulai Selasa hingga Jumat.
- Para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki kemampuan berdakwah melalui pendidikan.
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Suasana khidmat dan penuh semangat tampak menyelimuti kegiatan pengukuhan pengajar Al-Qur’an metode Ummi angkatan III tahun pelajaran 2025/2026 SMA Muhammadiyah 3 Tulangan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Aula Masjid At Tanwir, SMP Muhammadiyah 10, Suko, Sidoarjo.
Kepala SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Hartatik, mengatakan, program pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi di sekolah tersebut dilaksanakan rutin setiap pekan, mulai Selasa hingga Jumat. Melalui pembiasaan itu, peserta didik tidak hanya diarahkan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga dipersiapkan menjadi pengajar Al-Qur’an bagi lingkungan sekitarnya.
Ia mengatakan, proses seleksi calon pengajar Al-Qur’an dilakukan cukup ketat. Dari sekitar 360 siswa yang mengikuti tahapan awal, hanya sebagian yang dinyatakan lolos untuk mengikuti pembinaan intensif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam memperkuat budaya literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. “Dari sekitar 360 siswa-siswi yang mengikuti seleksi, terpilih 12 siswa dan 50 siswi untuk mengikuti pembelajaran secara intensif,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut Hartatik, para peserta kemudian menjalani proses pembinaan berkelanjutan sebelum mengikuti sertifikasi pengajar Al-Qur’an metode Ummi. Selama tiga hari, mereka mengikuti berbagai tahapan uji kompetensi untuk memperoleh syahadah sebagai pengajar.
“Mereka mengikuti proses sertifikasi selama tiga hari untuk mendapatkan syahadah sebagai pengajar Al-Qur’an metode Ummi,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter Islami peserta didik. Para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki kemampuan berdakwah melalui pendidikan.
Kegiatan pengukuhan itu pun menjadi momentum penting bagi sekolah dalam menyiapkan kader-kader pengajar Al-Qur’an muda. Dengan bekal syahadah yang dimiliki, para siswa diharapkan dapat menebarkan semangat belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....