Kuartohelix Perkuat Vokasi, Lulusan Ditarget Siap Kerja
- 12 Mei 2026 17:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penguatan pendidikan vokasi dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan tenaga kerja yang produktif dan sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, sinergi lintas sektor melalui konsep kuartohelix perlu diperkuat agar keselarasan dunia pendidikan dan dunia kerja dapat terwujud.
Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Pendidikan Vokasi Indonesia (APVOKASI) Jawa Timur, Jamhadi dalam Dialog Aspirasi RRI Surabaya, Senin, 11 Mei 2026. Menurut Jamhadi, pendidikan vokasional harus terus ditingkatkan agar lulusan, memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Upaya menumbuhkan keselarasan antara dunia pendidikan dan dunia kerja harus terus diperkuat. Pendidikan vokasional perlu ditingkatkan dan seluruh pihak harus duduk bersama untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan pengangguran,” ujarnya.
Ia mengatakan, tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan terbatasnya lapangan pekerjaan, tetapi juga kesenjangan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Karena itu, menurutnya, diperlukan kolaborasi berbagai pihak melalui konsep kuartohelix yang melibatkan lembaga pendidikan, pemerintah, pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), media, komunitas, hingga stakeholder lainnya.
“Perlu kuartohelix antara lembaga pendidikan, pemerintah, pelaku usaha, Kadin, media, komunitas, dan stakeholder lainnya agar kebutuhan dunia kerja bisa selaras dengan kemampuan tenaga kerja,” katanya.
Jamhadi menilai keterlibatan serikat pekerja juga penting dalam membangun produktivitas tenaga kerja dan menciptakan hubungan industrial yang sehat di tengah perubahan dunia kerja akibat digitalisasi dan perkembangan teknologi.
Menurutnya, pendidikan vokasi perlu lebih adaptif terhadap kebutuhan industri, termasuk memperluas pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, dan pengalaman praktik kerja agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.
“Produktivitas menjadi penting karena dunia kerja bergerak sangat cepat. Kalau kompetensi tenaga kerja tidak berkembang, maka akan sulit bersaing,” ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen atau menurun dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja melalui penguatan pendidikan vokasi serta kolaborasi lintas sektor agar kebutuhan industri dan dunia kerja dapat terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....