Siswa Cikal Surabaya Belajar Budaya Betawi lewat Seni
- 09 Mei 2026 20:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Sekolah Cikal Surabaya menghadirkan cara berbeda dalam menampilkan hasil pembelajaran siswa. Melalui pagelaran seni bertema Playground of Sunda Kelapa, para siswa diajak mengenal budaya Betawi dan kehidupan masyarakat Jakarta lewat pertunjukan kreatif.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan proses belajar mereka selama satu semester. Tidak hanya melalui tulisan atau tugas di atas kertas, hasil pembelajaran juga ditampilkan dalam bentuk tari, drama, dan ekspresi seni di atas panggung.
Kepala TK dan SD Cikal Surabaya, Dina Irdhina, mengatakan pagelaran tersebut merupakan bentuk selebrasi bersama atas perjalanan belajar siswa.
“Kami ingin membangun ini sebagai selebrasi bersama. Kami ingin menunjukkan bahwa hasil pembelajaran tidak hanya bisa dilihat lewat paper atau pensil saja. Tetapi juga bisa diwujudkan dalam bentuk pagelaran seperti ini,” kata Dina, Sabtu 9 Mei 2026.
Dina menjelaskan, melalui pertunjukan tersebut siswa tidak sekadar tampil menari atau bermain peran. Mereka juga menyampaikan pemahaman terhadap tema pembelajaran yang telah dikenalkan sejak awal semester.
Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah Playground of Sunda Kelapa. Tema tersebut berfokus pada pengenalan budaya Betawi, sejarah Sunda Kelapa, serta kehidupan masyarakat di Jakarta.
“Anak-anak belajar tentang budaya Betawi atau Jakarta. Dari situ mereka tidak hanya belajar seni, tetapi juga memahami banyak hal yang ada di Jakarta,” ujar Dina.
Menurut Dina, pembelajaran diberikan sesuai dengan jenjang usia siswa. Anak-anak dikenalkan dengan berbagai hal, mulai dari lingkungan perkotaan, sistem transportasi, hingga unsur budaya yang menjadi identitas ibu kota.
Melalui pendekatan berbasis proyek dan pertunjukan, Sekolah Cikal Surabaya ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk berani berekspresi, bekerja sama, dan menuangkan kreativitas.
Dina berharap pagelaran ini dapat menjadi pengalaman bermakna bagi siswa. Selain mengenal keberagaman budaya Indonesia, anak-anak juga belajar bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....