Pemkot Surabaya Targetkan Banjir Wilayah Selatan Tuntas 2026
- 04 Mei 2026 15:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya menargetkan persoalan banjir di sejumlah titik rawan wilayah selatan tuntas pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, berbagai strategi disiapkan, mulai dari pembangunan rumah pompa, pengerukan drainase, hingga pembuatan storage air.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penanganan banjir menjadi program prioritas. “Ini adalah pembangunan yang akan dilakukan di tahun 2026. Karena itu nanti target di tahun 2026 tidak ada lagi banjir,” ujarnya usai meninjau sejumlah lokasi, Senin, 4 Mei 2026.
Peninjauan dilakukan di Rumah Pompa Ahmad Yani, Jalan Gayungsari Barat, Rumah Pompa Nanggala Dukuh Menanggal, serta saluran di Jemursari, Kendangsari, dan Tenggilis Mejoyo. Pemkot juga akan membangun rumah pompa baru di Panjang Jiwo dan depan Gereja Bethany Nginden. “Karena setiap tahun (depan) Gereja Bethany itu banjir, jadi kita bangun di sana tahun ini,” katanya.
Eri menekankan pentingnya pemetaan aliran air secara detail, termasuk arah aliran, elevasi, dan posisi rumah pompa. “Ada yang kita balik aliran airnya, maka elevasinya harus tahu, terus rumah pompanya di mana,” ujarnya.
Ia optimistis titik rawan yang ditinjau dapat bebas genangan pada November 2026. “Kalaupun terjadi hujan, maka titik-titik yang kita datangi tidak terjadi lagi genangan. Tahun depan tidak boleh lagi ada banjir di wilayah ini,” tegasnya.
Untuk kawasan Menanggal dan Gayung Kebonsari, pemkot akan menyesuaikan metode pembangunan, termasuk penggunaan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sebelum pembangunan box culvert. “Kalau box culvert belum cukup anggaran, kita pakai CCSP dulu, tapi pendalaman saluran dilakukan tahun ini,” jelasnya.
Sementara di kawasan seperti Tenggilis Mejoyo hingga Panjang Jiwo yang tidak memungkinkan pelebaran saluran karena jaringan SUTET, pemkot memilih membangun storage air di jalan. “Saluran tidak bisa dibesarkan karena ada SUTET, maka kita buat storage di jalan,” ujarnya.
Menurutnya, storage berfungsi membagi aliran air agar tidak membebani saluran irigasi. “Kalau saluran tidak menampung, maka kita buat storage untuk mengurangi beban aliran,” katanya.
Eri juga menyoroti berkurangnya area resapan akibat padatnya permukiman yang membuat seluruh air hujan langsung masuk ke saluran. “Ketika resapan habis, semua air hujan langsung masuk ke irigasi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....