Stop Bullying Sekarang Demi Lindungi Generasi Masa Depan
- 04 Mei 2026 06:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi yang disiarkan pada Senin, 4 Mei 2026 mengangkat topik penting tentang bahaya bullying dan upaya pencegahannya. Dalam dialog tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pakal Kementerian Agama Surabaya, Ustadzah Khususiyah, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap fenomena perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar.
Ustadzah Khususiyah menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku yang tidak bisa dianggap sepele. “Bullying adalah perilaku menyakiti, merendahkan, atau menindas orang lain yang dilakukan secara sengaja dan berulang kali,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat berdampak serius bagi korban maupun pelaku.
Menurutnya, bullying tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat ditemukan di tempat kerja hingga dalam keluarga. Bentuknya pun beragam, mulai dari kekerasan fisik hingga verbal dan sosial. “Bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga bisa terjadi dalam bentuk mengejek, mempermalukan, atau menyebarkan informasi pribadi,” jelasnya.
Ia juga memaparkan berbagai jenis bullying yang perlu diwaspadai, seperti bullying fisik, verbal, hingga cyberbullying yang marak terjadi di media sosial. Selain itu, terdapat pula bentuk diskriminasi dan perundungan sosial yang dapat mengucilkan korban dari lingkungan pergaulan.
Ustadzah Khususiyah menyebutkan bahwa ada banyak faktor yang memicu seseorang melakukan bullying. Di antaranya adalah rasa tidak percaya diri, keinginan untuk berkuasa, hingga kurangnya empati terhadap orang lain. Lingkungan yang menganggap bullying sebagai hal wajar juga turut memperburuk kondisi tersebut.
Dampak bullying, lanjutnya, sangat serius terutama bagi korban. Korban dapat mengalami gangguan mental seperti kecemasan, depresi, hingga kehilangan kepercayaan diri. “Bullying berdampak serius pada kualitas hidup korban, seperti menurunnya prestasi belajar dan hilangnya kepercayaan diri,” ungkapnya.
Selain korban, pelaku bullying juga berisiko mengalami dampak negatif, seperti terjerat masalah hukum hingga terlibat perilaku kriminal di masa depan. Oleh karena itu, penanganan bullying harus dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap korban maupun pelaku, melalui pendekatan edukatif dan konseling.
Sebagai langkah pencegahan, Ustadzah Khususiyah mengajak semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung. Ia menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah perundungan. “Penting untuk memahami bullying secara menyeluruh agar pencegahan dan penanganannya lebih efektif,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....