Dewan Jatim Usul Hotline Mental Remaja 24 Jam Cegah Bundir
- 27 Apr 2026 18:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Upaya pencegahan krisis kesehatan mental remaja di Jawa Timur kini menjadi perhatian serius legislatif daerah. DPRD Jatim mendorong langkah konkret menghadirkan layanan dukungan psikologis yang mudah diakses masyarakat luas.
Anggota Komisi A DPRD Jatim, Saifudin Zuhri, Senin 27 April 2026 mengusulkan penyediaan hotline kesehatan mental selama 24 jam. Layanan tersebut diharapkan menjadi ruang aman bagi remaja untuk menyampaikan keluhan psikologisnya secara terbuka.
“Rata-rata remaja yang mengalami tekanan itu tidak pernah curhat, bahkan kepada keluarga saja jarang. Makanya, penting membuka ruang dialog. Jika perlu, harus ada hotline khusus yang aktif 24 jam agar mereka punya tempat mengadu,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan hotline akan membantu remaja mendapatkan respons cepat saat menghadapi tekanan mental mendalam. Selain itu, layanan tersebut dapat menjadi jembatan awal sebelum penanganan lebih lanjut oleh tenaga profesional.
Saifudin juga mendorong pemerintah daerah memastikan keberadaan tenaga konselor di setiap Puskesmas dan sekolah. Menurutnya, layanan kesehatan mental harus menjadi bagian dari standar pelayanan dasar yang mudah dijangkau masyarakat.
“Pemerintah harus hadir. Harus menjadi SOP bahwa setiap Puskesmas punya tenaga konseling. Masyarakat harus tahu bahwa jika ada persoalan terkait mental, mereka bisa langsung datang ke Puskesmas untuk konsultasi. Ini yang harus digalakkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendekatan preventif harus diperkuat melalui edukasi dan keterbukaan lingkungan keluarga serta sekolah. Remaja membutuhkan ruang komunikasi yang nyaman agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi tekanan hidup.
Selain itu, pengawasan terhadap konten digital juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas mental generasi muda. Pemerintah diharapkan dapat menghadirkan kebijakan yang melindungi remaja dari paparan konten negatif di media sosial.
Saifudin menegaskan bahwa kebijakan kesehatan mental harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan di lapangan. Ia berharap seluruh upaya pencegahan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental remaja secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....