Merenungi Keadilan Ilahi dalam Hukuman di Dunia dan Akhirat
- 24 Apr 2026 04:57 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya, kembali hadir menyapa pendengar setia pada edisi Jumat, 24 April 2026. Mengangkat tema yang tentang esensi keadilan Tuhan, dialog kali ini terhubung bersama H. Hery Siswanto, Lc., M.Th.I, Penyuluh dari KUA Kecamatan Benowo, sebagai narasumber.
Dalam sesi yang dipandu dengan khidmat tersebut, H. Hery Siswanto memaparkan topik bertajuk "Merenungi Keadilan Ilahi", khususnya terkait bagaimana bentuk hukuman Allah SWT diberikan kepada hamba-Nya, baik saat masih di dunia maupun kelak di akhirat. Menurut H. Hery, setiap ketetapan Allah tidak pernah lepas dari sifat-Nya yang Maha Adil (Al-Adl).
Ia menjelaskan bahwa hukuman dari Allah bukanlah bentuk balas dendam, melainkan bagian dari tarbiyah (pendidikan) atau konsekuensi logis dari pilihan hidup manusia. "Keadilan Allah itu mutlak. Di dunia, hukuman sering kali hadir sebagai pengingat agar manusia kembali ke jalan yang benar. Sementara di akhirat, itu adalah bentuk pertanggungjawaban yang paripurna," kata Hery.
Dalam dialog interaktif tersebut, terdapat beberapa poin penting yang digarisbawahi:
Hukuman di Dunia sebagai 'Teguran Kasih Sayang': Seringkali ujian atau musibah yang menimpa merupakan cara Allah membersihkan dosa seorang mukmin agar ia tidak membawa beban berat saat menghadap-Nya nanti.
Istidraj (Jebakan Kenikmatan): Narasumber mengingatkan untuk waspada terhadap kenikmatan yang terus melimpah padahal seseorang jauh dari agama, karena bisa jadi itu adalah bentuk hukuman yang tidak disadari.
Keadilan Akhirat yang Hakiki: Di akhirat, tidak ada satu pun kezaliman yang luput. Setiap amal akan ditimbang dengan neraca yang sangat teliti tanpa ada yang dirugikan sedikit pun.
Menutup sesi Cahaya Pagi, H. Hery mengajak warga Surabaya, khususnya masyarakat Benowo, untuk senantiasa melakukan muhasabah (evaluasi diri). Dengan memahami keadilan Ilahi, diharapkan umat Muslim tidak mudah berputus asa saat ditimpa kesulitan dan tidak sombong saat berada di puncak kejayaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....