Empat Bulan Haram Dimuliakan dalam Islam
- 23 Apr 2026 06:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Empat bulan haram dalam Islam merupakan waktu yang dimuliakan dan harus dijaga dari perbuatan zalim. Hal ini disampaikan Ustazah Rachma Ayuningtyas atau yang akrab disapa Ustazah Yuyun Ketua Departemen Humas PW salimah Jatim dalam program “Mutiara Pagi” PRO 1 RRI Surabaya, Kamis, 23 April 2026.
Ustazah Yuyun menjelaskan, Allah SWT telah menetapkan jumlah bulan dalam setahun sebanyak dua belas, dengan empat di antaranya sebagai bulan haram, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Ketentuan tersebut sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…"
“Sejak Allah menciptakan langit dan seluruh isinya, Allah sudah menetapkan dua belas bulan dan empat di antaranya adalah bulan haram. Disebut bulan haram karena diharamkan berbuat zalim di dalamnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, larangan berbuat zalim pada bulan haram memiliki konsekuensi yang lebih berat dibanding bulan lainnya. “Di bulan haram, jika manusia melanggar perintah Allah, maka balasannya lebih keras. Karena itu kita harus menjaga diri, tidak melakukan kezaliman, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain,” katanya.
Selain larangan tersebut, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: "Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram: tiga bulan berturut-turut Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya’ban."
Ustazah Yuyun menambahkan, bulan haram merupakan bagian dari tanda kebesaran Allah melalui keteraturan alam semesta. “Allah menciptakan bumi, bulan, matahari serta seluruh benda langit untuk kemaslahatan umat. Semuanya berada pada jalur edar masing-masing dan tidak saling bertabrakan kecuali atas izin Allah. Matahari memberi manfaat bagi kehidupan, sementara bulan membantu mengatur pasang surut laut yang menjadi sumber nafkah bagi nelayan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, selain dosa yang dilipatberatkan, amal kebaikan pada bulan haram juga akan dilipatgandakan. “Banyak amalan yang bisa dilakukan, seperti puasa sunnah dan ibadah lainnya. Bulan haram bukan bulan kesialan, justru bulan yang dimuliakan Allah dan penuh kebaikan,” tuturnya mengakhiri tausiyahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....