TBC Surabaya Tinggi, Bukti Deteksi Dini Berhasil
- 15 Apr 2026 18:28 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya : Temuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Surabaya saat ini terbilang tinggi. Namun, kondisi tersebut bukan berarti terjadi lonjakan kasus secara drastis, melainkan mencerminkan keberhasilan upaya deteksi dini yang semakin masif dilakukan oleh pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Tim ahli klinis paru, RSUD dr Soetomo, dr. Ariani Permatasari, Sp.P (K),FAPSR. Menurutnya, semakin banyaknya temuan kasus justru menjadi indikator bahwa lebih banyak penderita yang berhasil teridentifikasi dan mendapatkan pengobatan.
“Dengan ditemukannya lebih banyak kasus, artinya kita berhasil menjangkau pasien yang sebelumnya belum terdiagnosis. Ini penting agar mereka segera mendapatkan terapi yang tepat,” ujarnya saat diwawancarai RRI Surabaya(15/04/2026).
Ia menekankan bahwa pasien TBC wajib menjalani pengobatan secara disiplin dan berkelanjutan selama minimal enam bulan. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat dapat berdampak serius.
“Jika pengobatan terhenti di tengah jalan, maka pasien harus mengulang terapi dari awal. Ini tentu memperpanjang proses penyembuhan dan meningkatkan risiko resistensi obat,”ucapnya.
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan penyebaran penyakit ini. Salah satunya adalah dengan metode “jemput bola” melalui skrining aktif di masyarakat.
Jika ditemukan warga yang terindikasi atau terdiagnosis TBC, penanganan medis akan segera dilakukan. Tak hanya itu, anggota keluarga yang tinggal serumah juga turut diperiksa. Bagi mereka yang terdiagnosis TBC laten, akan diberikan terapi pencegahan khusus agar tidak berkembang menjadi infeksi aktif.
Selain skrining, edukasi kepada masyarakat juga menjadi fokus utama. Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala TBC, terutama batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak kunjung sembuh meski telah diobati.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan,”ucap dr. Ariani.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030 di Kota Surabaya. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.
“Harapannya, dengan deteksi dini, pengobatan yang tuntas, dan edukasi yang terus dilakukan, kita bisa mencapai zero TBC di Surabaya pada 2030,”ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....