Bantuan Traktor Roda 4, Mudahkan Petani
- 15 Apr 2026 16:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat untuk mendorong percepatan luas tambah tanam, dirasakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Lamongan. Dalam dialog Beranda Asta Cita, Rabu, 15 April 2026, Ketua Gapoktan, Poktan, sekaligus LMDH, Sali, mengungkapkan bahwa akses terhadap alsintan masih menjadi persoalan utama.
Menurutnya, tidak semua kelompok tani memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan traktor roda empat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat distribusi. “Masih banyak petani yang harus menunggu giliran cukup lama untuk menggunakan traktor. Bahkan ada yang belum tersentuh bantuan sama sekali. Padahal dengan adanya traktor roda empat, selain memudahkan petani dalam mengolah lahan, ini juga bisa mengefesiensikan waktu,” ujarnya.
Sejumlah kendala di lapangan, mulai dari distribusi yang tidak merata hingga keterbatasan sumber daya manusia, juga masih menjadi hambatan bagi petani. Selain persoalan distribusi, biaya operasional juga menjadi kendala. Penggunaan traktor roda empat membutuhkan bahan bakar serta biaya perawatan yang tidak sedikit, sehingga jika tidak diberikan bantuan oleh petani, maka akan memberatkan petani kecil.
“Kalau tidak ada subsidi atau bantuan operasional, petani akan kesulitan. Apalagi harga bahan bakar juga fluktuatif,” katanya.
| Baca juga: Jimpitan Hidupkan Solidaritas Surabaya |
Di sisi lain, kemampuan petani dalam mengoperasikan alsintan juga masih perlu ditingkatkan, salah satunya melalui pelatihan. Karena jika tidak diberikan pelatihan secara berkala, maka akan menyebabkan penggunaan alat belum maksimal, bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan.
“Pemanfaatan traktor roda empat sangat penting dalam mendukung modernisasi pertanian. Karena selama ini kami menggunakan traktor roda dua dalam operasionalnya untuk menanam tebu dan jagung,” ujarnya.
Dengan penggunaan yang tepat, alsintan mampu mempercepat proses pengolahan lahan dan meningkatkan produktivitas. Sali menegaskan diperlukan sinergi antara pemerintah dan petani agar pemanfaatan alsintan bisa lebih optimal. Ke depan, perbaikan sistem distribusi, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan kelembagaan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, sehingga percepatan luas tambah tanam dapat tercapai secara maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....