Peran Perempuan dalam Peradaban Zaman Now
- 13 Apr 2026 14:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Peran perempuan dalam peradaban modern menjadi salah satu topik penting yang terus relevan dibahas di tengah dinamika perkembangan zaman. Hal tersebut sebagaimana diuraikan oleh Nyai Indah Nur Hidayati, S.Pd., selaku Muballighot Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, dalam dialognya di RRI Surabaya tentang Peran Perempuan dalam Peradaban Sekarang.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun peradaban, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas. Dalam perspektif Islam, perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang setara dalam hal amal dan pahala.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 97, yang menjelaskan bahwa siapa pun yang berbuat kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan, akan mendapatkan kehidupan yang baik serta balasan yang setimpal. Selain itu, hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Nilai ini menjadi landasan bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam kehidupan.
Sejarah Islam turut mencatat bahwa perempuan bukan hanya pelengkap, melainkan penggerak aktif dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam bidang ekonomi, terdapat sosok Khadijah binti Khuwailid yang berperan besar dalam mendukung dakwah. Dalam bidang intelektual, Aisyah binti Abu Bakar dikenal sebagai rujukan ilmu dan hukum Islam.
Sementara itu, dalam bidang sosial dan medis, terdapat Rufaidah Al-Anshariyah yang dikenal sebagai perawat pertama dalam sejarah Islam. Bahkan dalam bidang militer dan politik, Nusaibah binti Ka’ab menunjukkan keberanian dengan terjun langsung ke medan perang.
Lebih lanjut, Nyai Indah Nur Hidayati menjelaskan bahwa Islam telah mengangkat derajat perempuan dengan memberikan hak serta kesempatan untuk berkontribusi secara nyata. Perempuan diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki, baik dalam ranah domestik maupun publik. Oleh karena itu, perempuan dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan agar mampu menjalankan perannya secara optimal dalam keluarga dan masyarakat.
| Baca juga: Koperasi Harus Bertahan dan Tetap Relevan |
Namun demikian, perempuan di era modern juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang kompleks. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana menyeimbangkan peran sebagai wanita karier dan sebagai ibu rumah tangga. Meskipun perempuan diperbolehkan untuk bekerja dan berkarier, peran sebagai istri dan ibu tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. Keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan pekerjaan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.
Selain itu, perkembangan teknologi juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal penggunaan media sosial. Fenomena tabarruj atau menampilkan kecantikan secara berlebihan menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Perempuan dituntut untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terjebak dalam perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk hal-hal yang positif, seperti berdakwah, berbagi ilmu, maupun berwirausaha.
Tantangan lainnya adalah perubahan gaya hidup yang membuat perempuan semakin aktif di luar rumah. Dalam pandangan syar’i, perempuan dianjurkan untuk menjadikan rumah sebagai tempat utama dalam menjalankan peran sebagai ibu dan pendidik anak. Rumah dipandang sebagai benteng utama dalam menjaga kehormatan dan ketenangan. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas di luar dan tanggung jawab di dalam rumah.
Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas diri. Perempuan diharapkan mampu menjadi pribadi yang salehah, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun sosial. Peran perempuan dalam mendidik anak juga sangat krusial, karena keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban yang kuat. Perempuan sebagai ibu memiliki peran sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Di sisi lain, perempuan juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam ranah publik. Dengan tetap menjaga nilai-nilai moral dan agama, perempuan dapat aktif dalam berbagai bidang sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Peran ini menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang lebih baik dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Nyai Indah Nur Hidayati mengajak perempuan masa kini untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial. Perempuan diharapkan mampu menjadi individu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya serta berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi bagian dari peradaban, tetapi juga menjadi pilar utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....