Syawal Berkah: Momentum Membersihkan Hati dalam Silaturahmi

  • 12 Apr 2026 10:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bulan Syawal menjadi momen yang dinanti umat Muslim setelah menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh. Tidak hanya identik dengan perayaan Idulfitri, Syawal juga dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membersihkan hati dari segala prasangka dan kesalahan.

Wakil Ketua Pendakwah Keren Surabaya, Ustaz Chusni Amaludin, menyampaikan bahwa esensi dari Syawal bukan sekadar tradisi saling berkunjung, tetapi bagaimana setiap individu mampu kembali kepada fitrah, yakni hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

“Silaturahmi di bulan Syawal harus menjadi sarana untuk benar-benar membersihkan hati. Tidak hanya sekadar berjabat tangan dan mengucapkan maaf, tetapi juga mengikhlaskan dan melupakan kesalahan orang lain,” ujarnya.

Menurut Ustaz Chusni yang juga Sekjen ADDAI Majelis Warkopiyah, kebersihan hati menjadi kunci utama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Ia menekankan bahwa tanpa keikhlasan, silaturahmi hanya akan menjadi formalitas tanpa makna mendalam.

“Sering kali kita hanya menjalankan tradisi, tetapi hati masih menyimpan ganjalan. Padahal, Syawal adalah kesempatan besar untuk memperbaiki hubungan, baik dengan keluarga, tetangga, maupun sesama,” ucapnya.

Ustaz Chusni juga mengingatkan bahwa menjaga silaturahmi tidak hanya dilakukan saat Syawal, tetapi harus terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hati yang bersih, seseorang akan lebih mudah menebar kebaikan dan menjaga persaudaraan.

Ia berharap momentum Syawal dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, saling memaafkan, dan membangun lingkungan yang penuh kedamaian.

“Jika hati sudah bersih, maka silaturahmi akan terasa lebih ringan dan penuh keberkahan. Inilah makna Syawal yang sesungguhnya,”katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....