Parenting Digital: Dampingi Anak Bijak Gunakan Gadget
- 11 Apr 2026 16:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya: Kegiatan parenting bertajuk “Parenting di Era Digital: Mengasuh Anak di Tengah Paparan Gadget” digelar bersamaan dengan pembagian rapor sisipan siswa kelas 1–6 di SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Acara ini menghadirkan narasumber Arika Winda A, M.Psi., Psikolog, yang merupakan praktisi psikologi dan HR, untuk memberikan edukasi kepada para wali murid mengenai pola asuh anak di era digital.
Dalam pemaparannya, Arika mengungkapkan fakta bahwa anak usia 8–12 tahun rata-rata menghabiskan 4–6 jam per hari di depan layar. Selain itu, lebih dari 50 persen anak usia sekolah dasar sudah memiliki gadget pribadi, dan satu dari tiga anak menggunakan gadget saat makan maupun menjelang tidur. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari orang tua.
Ia menjelaskan bahwa gadget sebenarnya memiliki berbagai fungsi positif bagi anak, mulai dari sebagai media pembelajaran, hiburan, sarana sosialisasi, hingga pengembangan keterampilan. Namun, ia menegaskan pentingnya batasan dalam penggunaan gadget.
“Penggunaan gadget harus bertahap, tidak langsung diberikan kepemilikan pribadi sebelum usia 13 tahun, serta selalu dalam pengawasan orang tua,” ujarnya. Sabtu, 11 April 2026.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembatasan konten dan durasi penggunaan. Untuk anak usia 6–12 tahun, penggunaan gadget disarankan maksimal dua jam per hari di luar kebutuhan belajar.
“Gadget boleh digunakan jika anak sudah menyelesaikan kewajibannya, bukan sebagai pelarian emosi, dan bukan satu-satunya sumber hiburan,” katanya.
Sementara itu, wali murid kelas 1, Ari Kurnia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini. “Saya jadi lebih paham bagaimana mengatur waktu penggunaan gadget anak dan pentingnya mendampingi, bukan sekadar melarang,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan wali murid kelas 2, Lail Dwiyana yang menilai materi parenting sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Tips seperti tidak memberi gadget saat makan dan sebelum tidur sangat membantu diterapkan di rumah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para orang tua dapat menjadi role model bagi anak dalam penggunaan gadget. Dengan menerapkan aturan yang konsisten, memberikan alternatif aktivitas menarik, serta menjalin quality time tanpa gadget, diharapkan anak dapat tumbuh dengan seimbang di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....