Tewaskan Tiga Prajurit TNI, ICWA Kecam Serangan Israel
- 01 Apr 2026 21:51 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabayaa — Indonesian Council on World Affairs (ICWA) mengecam keras serangan Israel di wilayah Lebanon Selatan pada 29–30 Maret 2026. Serangan itu menewaskan tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL dan melukai tiga lainnya.
Tiga prajurit yang gugur adalah Kapten TNI Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu TNI Muhammad Nur Ichwan, dan Praka TNI Faizal Romadhon. Mereka merupakan bagian dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Ketua Dewan Eksekutif ICWA, Duta Besar Al Busyra Basnur, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mendoakan kesembuhan bagi personel yang terluka akibat serangan tersebut.
"ICWA menilai serangan Israel sebagai tindakan barbar yang melanggar kedaulatan Lebanon. Tindakan itu dinilai menunjukkan tidak adanya komitmen untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah," kata Busyra, Rabu, 1 April 2026.
Sebagai negara kontributor pasukan UNIFIL, Indonesia turut mengecam keras serangan yang dinilai disengaja. Insiden tersebut juga memperburuk kondisi keamanan di wilayah konflik.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga mengutuk serangan terhadap markas Indonesia di Lebanon. Serangan itu menyebabkan korban jiwa dan luka di kalangan prajurit TNI.
ICWA mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat. Upaya ini dinilai penting untuk merespons eskalasi kekerasan yang terus terjadi.
Sejak 30 Maret 2026, Israel melancarkan serangan udara di berbagai wilayah Lebanon. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 120 orang dan melukai hampir 700 lainnya.
ICWA juga menyoroti dugaan pelanggaran gencatan senjata yang terjadi berulang sejak November 2024. Pelanggaran tersebut menyebabkan meningkatnya korban sipil di Lebanon.
Konflik ini meningkat sejak Oktober 2023 dan berkembang menjadi perang skala penuh pada September 2024. Hingga kini, lebih dari 4.000 orang tewas dan sekitar 17.000 lainnya terluka.
ICWA mendukung pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terkait investigasi serangan terhadap UNIFIL. Ia menegaskan bahwa penargetan pasukan penjaga perdamaian melanggar hukum internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....