Inflasi Jawa Timur Maret 2026 y-on-y Capai 3,79 Persen

  • 01 Apr 2026 16:58 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Pada bulan Maret 2026 tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Jawa Timur pada Maret 2026 masing-masing sebesar 0,39 persen dan 1,13 persen.
  • inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Jawa Timur sebesar 3,79 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,31 persen

RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan harga komoditas pada Maret 2026 di Jawa Timur secara umum mengalami kenaikan. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, inflasi year on year (y-on-y) tercatat 3,79 persen.

Plt. Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati pada Rabu, 1 April 2026 menyampaikan, Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 107,43 pada Maret 2025 menjadi 111,50 pada Maret 2026. Secara month to month (m-to-m) inflasi sebesar 0,39 persen dan year to date (y-to-d) 1,13 persen.

"Inflasi y-on-y dipicu kenaikan hampir seluruh kelompok pengeluaran utama. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi 16,31 persen." ujarnya.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 10,43 persen. Sementara makanan, minuman, dan tembakau naik 3,75 persen secara tahunan.

Komoditas dominan penyumbang inflasi y-on-y antara lain emas perhiasan dan tarif listrik. Selain itu daging ayam ras, beras, telur ayam ras, dan angkutan udara turut menyumbang.

Emas perhiasan memberi andil terbesar sebesar 1,02 persen terhadap inflasi tahunan. Tarif listrik menyumbang 0,99 persen dan daging ayam ras 0,31 persen.

"Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,23 persen. Komoditas telepon seluler menjadi penyumbang deflasi y-on-y sebesar 0,01 persen." katanya.

Secara m-to-m, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil terbesar 0,45 persen. Daging ayam ras, daging sapi, dan tomat menjadi pendorong utama inflasi bulanan.

Pada sektor transportasi, inflasi y-on-y tercatat 1,14 persen. Angkutan udara menyumbang 0,07 persen, sedangkan bensin menahan inflasi dengan deflasi 0,04 persen.

Kelompok pendidikan mengalami inflasi tahunan 1,88 persen dengan andil 0,13 persen. Akademi atau perguruan tinggi menjadi penyumbang terbesar di kelompok ini.

"Secara keseluruhan, inflasi Jawa Timur Maret 2026 tercatat 3,79 persen. Tekanan harga terbesar bersumber dari energi, emas perhiasan, dan komoditas pangan." ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....