Harga Daging Sapi di Jatim Naik Signifikan, Gerakan Pangan Murah jadi Solusi

  • 07 Sep 2026 13:23 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Harga daging sapi di sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim) mengalami kenaikan dan kini berada pada kisaran Rp130 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi meningkatnya harga sapi hidup impor yang menjadi salah satu sumber pasokan sapi untuk kebutuhan konsumsi di Jawa Timur.

Kenaikan harga sapi hidup impor tersebut tidak terlepas dari meningkatnya biaya logistik dan perjalanan sapi dari negara asal menuju Jawa Timur. Biaya transportasi serta rangkaian proses distribusi menjadi salah satu komponen yang turut memberikan tekanan terhadap harga sapi hidup hingga akhirnya berdampak pada harga daging sapi di tingkat konsumen.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Bahan Pokok dan Bahan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Mulky Hidayat, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, termasuk daging sapi. Menurutnya, kenaikan harga daging sapi saat ini turut dipengaruhi oleh kondisi harga sapi hidup impor dan biaya logistik yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan sapi dari negara asal ke Jawa Timur.

“Harga sapi hidup impor juga mengalami kenaikan. Salah satu faktornya adalah biaya logistik atau biaya perjalanan sapi dari negara asal sampai ke Jawa Timur yang meningkat, sehingga turut berdampak terhadap harga daging sapi di tingkat konsumen,” ujar Mulky.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang semakin tinggi, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyiapkan berbagai langkah stabilisasi, salah satunya melalui Gerakan Pasar Murah (GPM). Program tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat sekaligus memberikan tekanan terhadap harga komoditas yang mengalami kenaikan.

“Kami terus mengupayakan gerakan pasar murah sebagai salah satu langkah untuk membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen. Harapannya, masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Mulky.

Gerakan pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang diupayakan lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga dan pasokan daging sapi di berbagai daerah di Jawa Timur. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga yang lebih tinggi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Perdagangan Jawa Timur berharap gejolak harga daging sapi dapat ditekan sehingga kenaikan harga tidak semakin membebani konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....