Puluhan Ribu Siswa Surabaya Ikuti TKA Bertahap Berbasis Komputer
- 28 Mar 2026 11:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya memastikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 digelar bertahap berbasis komputer. Pelaksanaan ini menyesuaikan kapasitas perangkat sekolah serta menjaga keadilan dan transparansi hasil ujian.
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan TKA merupakan mandat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Ia menegaskan, TKA ini bukan penentu kelulusan, melainkan alat ukur kemampuan akademik siswa.
Febrina menyebut pelaksanaan tidak dilakukan serentak dalam satu hari seperti ujian konvensional sebelumnya. Ujian dibagi beberapa gelombang sesuai ketersediaan perangkat komputer di masing-masing satuan pendidikan.
| Baca juga: Taman Flora, Wisata Gratis Favorit Keluarga |
“Dalam skema tersebut, satu perangkat digunakan bergantian beberapa peserta pada sesi berbeda. Setiap sesi menggunakan paket soal berbeda guna menjamin keadilan seluruh peserta,” ujarnya.
Untuk jenjang SD, terdapat 642 sekolah dengan total 35.602 peserta. Jumlah itu terdiri dari 20.849 siswa negeri dan 14.753 siswa swasta.
Sementara jenjang SMP mencakup 321 sekolah dengan total 34.381 peserta, dengan rincian 16.908 siswa negeri dan 17.473 siswa swasta.
| Baca juga: Demo Sanggar Bangkitkan Minat Siswa |
TKA dilaksanakan dalam moda full online dan semi online berbasis token.
“Siswa disabilitas netra difasilitasi screen reader agar tetap mengikuti ujian secara setara,” katanya.
Materi yang diujikan meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia berbasis literasi numerasi. Febrina menegaskan, yang diukur adalah kemampuan analitik dan logika siswa dalam memahami persoalan.
Pelaksanaan SMP dijadwalkan 6–16 April 2026 dan SD 20–30 April 2026. Setiap sesi mencakup latihan, ujian utama, serta survei karakter peserta.
Tahapan dimulai pendaftaran 19 Januari hingga 28 Februari 2026 disertai simulasi. Gladi dilaksanakan pertengahan Maret serta didukung koordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara untuk memastikan kelancaran.
“TKA jangan menjadi ketakutan dan harus dibuat nyaman serta menyenangkan,” tambahnya.
Pemkot berharap hasil TKA memberi potret objektif kualitas pendidikan Surabaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....