Amien Widodo Imbau Warga Tak Panik Isu Patahan Surabaya
- 10 Sep 2026 19:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Informasi mengenai patahan aktif di Surabaya ramai diperbincangkan melalui berbagai platform media sosial. Pakar geologi ITS, Dr Ir Amien Widodo MSi, mengimbau masyarakat tidak panik.
Amien merupakan dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ia meminta masyarakat menyikapi informasi kebencanaan berdasarkan kajian ilmiah dan sumber terpercaya.
Isu tersebut mencuat setelah sebuah akun Instagram mengunggah video mengenai patahan yang disebut melintasi Surabaya. Video yang diunggah tujuh hari lalu tersebut telah ditonton 476 ribu kali.
Video itu juga mendapat 15,1 ribu tanda suka dan 1.081 komentar pengguna.
Akun tersebut menyebut Surabaya memiliki patahan aktif baru yang melintasi sejumlah wilayah.
Amien menjelaskan, keberadaan patahan di wilayah Surabaya telah menjadi objek penelitian sebelumnya. ITS bersama Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan penelitian patahan Jawa Timur.
Penelitian tersebut menghasilkan peta patahan yang telah dipublikasikan pada 2024.“Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan, yaitu Patahan Surabaya dan Patahan Waru,” ucap Amien, Kamis, 10 September 2026.
Menurut Amien, kedua patahan tersebut memiliki potensi aktif dan pernah mengalami pergerakan. Temuan tersebut juga sejalan dengan peta patahan Indonesia yang disusun Pusgen pada 2024.
“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif,” ujarnya. Karena itu, status aktif patahan tersebut masih membutuhkan pembuktian melalui penelitian lebih lanjut.
Amien menegaskan, keberadaan patahan tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai patahan aktif. Penetapan status aktif membutuhkan bukti dan kajian ilmiah yang memadai.
“Kita harus memahami bahwa ada patahan yang aktif dan tidak aktif. Untuk menyebutnya sebagai patahan aktif, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” ujar Amien.
Amien meminta masyarakat lebih kritis menyikapi informasi kebencanaan yang beredar melalui media sosial. Informasi yang belum terverifikasi tidak seharusnya menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Amien menilai pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa. Pemkot Surabaya dapat menyiapkan alat pendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah untuk pemantauan.
Selain pemantauan, penyusunan peta kawasan rawan gempa dinilai penting sebagai dasar kebijakan pembangunan. Pemerintah juga perlu memastikan bangunan di kawasan berisiko memenuhi standar bangunan tahan gempa.
Langkah mitigasi tersebut penting agar potensi dampak gempa dapat ditekan.
Informasi mengenai patahan juga diharapkan mendorong kesiapan masyarakat menghadapi risiko bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....