Sembuhkan Trauma lewat ‘Membasuh Luka Pengasuhan’

  • 27 Mar 2026 05:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pola asuh masa lalu seringkali meninggalkan jejak yang tak terlihat namun terasa hingga dewasa. Menanggapi fenomena ini, Pro 4 RRI Surabaya melalui program Cahaya Pagi menghadirkan topik bertajuk "Membasuh Luka Pengasuhan" pada Jumat, 27 Maret 2026.

Bersama narasumber melalui telpon, Fadlatun Nikmah, Penyuluh Agama dari KUA Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Ia memaparkan betapa pentingnya bagi setiap orang tua maupun calon orang tua untuk mengenali dan menyembuhkan luka masa kecil sebelum melangkah lebih jauh dalam mendidik anak.

Menurut Fadlatun, banyak orang tua tanpa sadar mewariskan pola asuh yang toksik karena belum selesai dengan trauma masa lalunya sendiri. "Membasuh luka pengasuhan bukan berarti menyalahkan orang tua kita terdahulu, melainkan upaya memutus rantai rasa sakit agar tidak turun ke generasi berikutnya," kata Fadlatun.

Ia menjelaskan bahwa langkah pertama dalam penyembuhan adalah penerimaan. Mengakui bahwa ada rasa sakit di masa lalu adalah kunci untuk memulai proses "pembasuhan" tersebut secara spiritual maupun psikologis.

Sebagai penyuluh di bawah naungan KUA Kenjeran, Fadlatun juga menekankan bahwa dalam Islam, pengasuhan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Luka pengasuhan yang tidak diobati seringkali menjadi penghambat terciptanya keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam diskusi antara lain:

Self-Awareness: Menyadari reaksi emosional yang berlebihan saat menghadapi perilaku anak.

Forgiveness: Memaafkan diri sendiri dan orang tua di masa lalu demi kesehatan mental keluarga.

Spiritual Healing: Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebagai sumber ketenangan utama dalam mengelola emosi.

Topik ini mendapat antusiasme tinggi dari para pendengar Pro 4 RRI Surabaya. Beberapa pendengar via telepon yang berbagi kisah serupa mengenai tantangan mendidik anak di tengah bayang-bayang trauma masa lalu.

Melalui program ini, RRI Pro 4 Surabaya bersama KUA Kenjeran berharap masyarakat lebih melek terhadap kesehatan mental keluarga, sehingga tercipta generasi Surabaya yang lebih sehat secara psikis dan spiritual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....