Lonjakan Ekonomi Ramadan Picu UMKM Panen Peluang Besar

  • 25 Mar 2026 10:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Periode Ramadan hingga Lebaran kerap menjadi momen yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara signifikan. Kenaikan aktivitas belanja mendorong banyak sektor usaha, khususnya UMKM, meraih peningkatan omzet.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mochamad Machmud mengungkapkan bahwa sejak awal puasa hingga mendekati Idulfitri, geliat usaha di berbagai sektor cenderung meningkat. Baik pelaku usaha kecil maupun besar sama-sama menikmati dampak dari naiknya daya beli masyarakat.

"Selama puasa hingga menjelang Lebaran, ekonomi UMKM pasti naik. Mulai dari yang kecil sampai yang besar ikut merasakan," katanya.

Ia mencontohkan, pelaku usaha kuliner menjadi salah satu yang paling diuntungkan. Permintaan terhadap berbagai jenis makanan melonjak, mulai dari produk kemasan hingga jajanan sederhana seperti gorengan.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan turut berperan. Meski tidak makan di siang hari, masyarakat justru cenderung membeli lebih banyak makanan saat waktu berbuka.

"Namanya puasa, siang tidak makan. Tapi saat berbuka justru kecenderungannya makan lebih banyak dibanding hari biasa," lanjutnya.

Tak hanya itu, sektor restoran juga mengalami peningkatan aktivitas. Banyak tempat makan dipadati pengunjung yang mengadakan acara buka puasa bersama, bahkan reservasi sudah dilakukan sejak jauh hari.

"Restoran biasanya penuh. Banyak yang sudah melakukan reservasi untuk buka bersama," ujarnya.

Menjelang Lebaran, permintaan terhadap parcel juga meningkat pesat. Tradisi berbagi bingkisan membuat para pengrajin kebanjiran pesanan dibandingkan hari-hari biasa.

Namun demikian, Machmud menilai peran pemerintah kota masih perlu ditingkatkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi selama Ramadan. Ia menyoroti bahwa upaya yang dilakukan sejauh ini masih terbatas pada pasar murah, yang harganya sering kali tidak jauh berbeda dengan harga pasar.

"Selama ini pemkot terkesan pasif. Hanya menggelar pasar murah, tapi kenyataannya harga yang dijual seringkali sama dengan harga di pasaran,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau para pelaku usaha agar lebih jeli menangkap peluang selama Ramadan. Adaptasi terhadap tren dan kebutuhan pasar dinilai penting untuk meningkatkan daya saing.

"Pelaku usaha harus siap sejak awal menyambut Ramadan dan Lebaran. Pedagang juga harus bisa membaca tren atau hal yang sedang viral karena itu memengaruhi minat masyarakat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....