Sinyal El Nino Kuat Intai Kemarau
- 23 Mar 2026 07:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Fenomena El Nino diprediksi kembali muncul pada 2026 dan berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang serta kering di Indonesia. Kondisi ini berkaitan dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal selama periode kemarau. Puncak musim kemarau diproyeksikan terjadi pada Agustus di lebih dari separuh wilayah Tanah Air.
BMKG menyebut fenomena ini berdampak langsung terhadap pola hujan di Indonesia. “El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik yang dapat menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia,” tulis BMKG dalam laman resminya.
Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang durasi kemarau, terutama di wilayah yang rentan terhadap kekeringan. Dampaknya tidak hanya pada sektor lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi pertanian, ketersediaan air bersih, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, World Meteorological Organization menyebut El Nino meningkatkan peluang terjadinya kondisi kering di sejumlah wilayah Asia Tenggara. “Fenomena ini berkaitan dengan meningkatnya potensi kekeringan di kawasan tersebut,” sebagaimana disampaikan dalam publikasi resminya.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini, termasuk melalui pengelolaan sumber daya air dan penyesuaian pola tanam guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....