BMKG Juanda Imbau Masyarakat Jatim Waspada Cuaca Ekstrem
- 14 Mar 2026 13:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem. Kondisi ini diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 11–20 Maret 2026.
Potensi cuaca ekstrem tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi. Dampaknya meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang.
BMKG menyebut wilayah terdampak tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Banyuwangi, dan sejumlah daerah lain.
Selain itu, wilayah Madura seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep juga berpotensi terdampak. Daerah pesisir hingga wilayah pegunungan diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG Juanda menjelaskan kondisi ini terjadi saat masa peralihan musim. Sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki periode transisi.
Dalam masa pancaroba, perubahan cuaca biasanya terjadi cukup cepat. Hujan dapat turun secara tiba-tiba dengan intensitas tinggi.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada. Terutama terhadap perubahan cuaca yang mendadak.
"Masyarakat dan instansi terkait diimbau selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Termasuk potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.
BMKG menjelaskan beberapa faktor atmosfer memicu kondisi tersebut. Salah satunya gangguan Madden Julian Oscillation yang melintasi wilayah Indonesia.
Selain itu terdapat pengaruh gelombang Kelvin dan Rossby. Kedua fenomena tersebut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur juga masih cukup hangat. Kondisi tersebut menambah suplai uap air di atmosfer.
Akibatnya pertumbuhan awan konvektif menjadi lebih aktif. Awan jenis ini berpotensi menghasilkan hujan lebat.
Pada analisis angin lapisan 3000 kaki, angin dominan bertiup dari barat. Pola belokan angin juga terdeteksi di wilayah Jawa Timur.
Pertemuan angin tersebut memicu terbentuknya awan hujan. Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya hujan sedang hingga lebat.
Sementara itu, hasil analisis udara atas menunjukkan atmosfer cukup labil. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
BMKG juga memprediksi curah hujan Maret masih berada pada kategori menengah. Namun sebagian wilayah diperkirakan memiliki curah hujan tinggi.
Wilayah dengan topografi curam diminta lebih waspada. Risiko tanah longsor meningkat saat hujan deras.
Selain longsor, masyarakat juga perlu mewaspadai pohon tumbang. Jalan licin dan jarak pandang terbatas juga dapat terjadi.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini. Informasi dapat diakses melalui website resmi BMKG Juanda.
Selain itu, peringatan dini juga disampaikan melalui media sosial resmi. Layanan telepon dan WhatsApp BMKG juga tersedia selama 24 jam.
BMKG berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....