RSJ Menur Soroti Adiksi Gadget Remaja

  • 10 Mar 2026 18:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya menyoroti meningkatnya kasus kecanduan gadget pada anak dan remaja yang berdampak pada kesehatan mental. Fenomena ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah.

Kepala Instalasi Jiwa Anak dan Remaja RSJ Menur Propinsi Jawa Timur, dr. Ivana Sajogo, Sp.KJ, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir pihaknya menerima semakin banyak anak muda yang datang berkonsultasi karena kecanduan penggunaan gadget. "Di RSJ Menur memang ada peningkatan anak-anak muda yang datang berkonsultasi bahkan sampai menjalani rawat inap karena kecanduan gadget, baik terkait media sosial, game online, cybersex maupun judi online,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut Ivana, sebagian besar pasien masih berstatus pelajar yang berada dalam fase pencarian jati diri sehingga rentan terhadap berbagai paparan konten di ruang digital. Ia mengungkapkan, hasil kajian pada pelajar pada tahun 2022 menunjukkan sekitar 33 hingga 39 persen siswa SMA mengalami gejala kecanduan gadget pada kategori sedang hingga berat.

Kondisi tersebut menunjukkan penggunaan gawai pada remaja sudah berada pada tingkat yang perlu mendapat perhatian serius. “Anak-anak yang masih berusia di bawah 16 tahun umumnya belum mampu memilah mana informasi yang baik dan mana yang berbahaya. Sementara paparan informasi di internet sangat masif dan tidak semuanya bisa difilter oleh anak,” katanya.

Ivana menjelaskan, kecanduan gadget tidak selalu terlihat dari lamanya waktu penggunaan perangkat digital. Perubahan perilaku sehari-hari justru sering menjadi tanda awal yang perlu diwaspadai oleh orang tua.

Beberapa gejala yang kerap muncul antara lain pola makan yang tidak teratur, gangguan tidur, mulai meninggalkan sekolah atau tanggung jawab harian, serta menarik diri dari lingkungan sosial. “Ketika dilarang menggunakan gadget, anak bisa menjadi mudah marah, tantrum, atau menunjukkan emosi yang tidak terkendali. Itu merupakan salah satu tanda awal kecanduan gadget yang perlu diperhatikan,” tuturnya.

Dalam sejumlah kasus yang ditangani di RSJ Menur, remaja yang mengalami kecanduan gadget juga menunjukkan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, hingga perubahan perilaku sosial akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan.

Karena itu, Ivana menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak menggunakan teknologi. Menurutnya, meskipun pemerintah telah mendorong berbagai kebijakan pembatasan penggunaan media sosial pada anak, perlindungan paling awal tetap dimulai dari rumah.

“Tanpa pendampingan orang tua atau pengasuh, anak akan semakin rentan terpapar pengaruh negatif dari penggunaan gadget, terutama media sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, literasi digital dalam keluarga menjadi kunci agar orang tua mampu memahami risiko teknologi sekaligus membimbing anak menggunakan internet secara sehat.

Ivana menilai, upaya pencegahan kecanduan gadget perlu dilakukan secara bersama-sama, dimulai dari keluarga, diperkuat oleh lingkungan sekolah dan masyarakat, serta didukung kebijakan pemerintah untuk melindungi anak di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....