Terapis Soroti Pentingnya Asesmen Tepat bagi Anak Berkebutuhan Khusus
- 08 Mar 2026 11:08 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Proses asesmen bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dinilai perlu dilakukan secara tepat sebelum menjalani terapi. Hal ini penting agar jenis terapi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak.
Saat ini, sebagian orang tua dinilai masih membawa anak langsung ke terapis tanpa melalui asesmen medis yang komprehensif. Mira Dian dari KPA Surabaya sekaligus terapis ABK mengatakan, asesmen saat ini sering kali tidak sedalam beberapa tahun lalu.
Menurutnya, sebelumnya pemeriksaan bisa mencakup tes medis seperti cek darah hingga pemeriksaan jaringan kulit untuk membantu menegakkan diagnosis yang dikeluarkan oleh rumah sakit. “Sekarang asesmen sering hanya dilihat dari gejala seperti speech delay, ASD atau ADHD. Padahal dulu ada pemeriksaan medis seperti cek darah dan jaringan kulit untuk menegakkan diagnosis dari rumah sakit. Hal sekecil apa pun seharusnya ditelusuri agar terapi tidak hanya berdasarkan perkiraan,” ujar Mira. Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan, asesmen dari rumah sakit sangat penting untuk mengetahui terapi apa saja yang benar-benar dibutuhkan anak. Tanpa hasil asesmen yang jelas, menurutnya terapis sering kali hanya menerka kondisi anak. Karena itu, ia menyarankan orang tua membawa anak ke poli tumbuh kembang di rumah sakit umum daerah sebelum memulai terapi.
Selain asesmen, faktor konsistensi orang tua juga menjadi tantangan dalam proses terapi. Mira menyebut terapis biasanya sudah memberikan catatan mengenai latihan yang perlu diulang di rumah serta pantangan makanan tertentu, khususnya bagi anak dengan autisme yang sensitif terhadap beberapa zat makanan.
“Terapis biasanya memberi catatan latihan yang harus diulang di rumah serta daftar makanan yang perlu dihindari, seperti makanan kemasan, susu kemasan, hingga makanan dengan MSG. Namun kembali lagi pada orang tua apakah mereka konsisten menjalankannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak menuntut hasil terapi secara instan. Menurutnya, proses terapi membutuhkan waktu panjang serta dukungan penuh dari keluarga, termasuk membatasi penggunaan gawai pada anak.
“Pendidikan terbaik berasal dari orang tua. Mau sekolah semahal apa pun, kalau keterlibatan orang tua kurang maksimal maka hasilnya juga tidak akan optimal,” ucap Mira.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....