Industri Nasional Hadapi Lima Tantangan Kritis
- 06 Mar 2026 17:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI Dr Setia Diarta MT menyampaikan bahwa industri tanah air saat ini menghadapi tantangan besar pada lima area kritis. Bahan baku, persaingan pasar, biaya energi, regulasi, hingga sumber daya manusia (SDM) dan inovasi menjadi kendala utama yang dialami.
“Kita dapat memperdalam sektor industri dari yang hanya perakitan menjadi menyiapkan komponennya sendiri,” ujarnya. Lebih lanjut, Setia dalam Roundtable Discussion Revitalisasi Industri yang digelar ITS, menjelaskan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal ILMATE.
Strategi utama mencakup penguatan struktur industri dan hilirisasi, peningkatan kemandirian komponen dan rantai pasok, hingga penguasaan teknologi dan inovasi. Ada juga pengembangan SDM dan kompetensi industri, peningkatan akses pembiayaan, investasi, dan pasar, serta penguatan kelembagaan, regulasi, dan industri hijau.
Di sisi lain, Senior Executive Vice President Transformasi Manajemen PT PAL Indonesia Laksda TNI (Purn) A R Agus Santoso juga menyampaikan sudut pandangnya dari kacamata pelaku industri. Guna mendukung industrialisasi, perusahaan galangan maritim ini memfokuskan pengadaan material dan peralatan dengan memprioritaskan produk lokal.
Turut menambahkan, Direktur PT Barata Indonesia Hertyoso Nursasongko ST MEngSc memaparkan strategi yang diusung perusahaannya. Manuver yang dapat dilakukan, antara lain penguatan ekosistem industri, pengembangan manufaktur berteknologi tinggi, serta penguatan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Dari sudut pandang lain, peneliti yang juga Ketua Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PIKP) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng membeberkan pandangannya sebagai akademisi. Menurutnya, industrialisasi tak dapat lepas dari inovasi. Dengan melibatkan perguruan tinggi, inovasi dapat digencarkan untuk mendukung transformasi industri.
“Inovasi dan konsep berkolaborasi dengan perguruan tinggi, tetapi eksekusi dan pembiayaan oleh pemerintah,” ujar dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS tersebut. Melalui gelaran ini, ITS konsisten menunjukkan dukungannya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....