Anak Histeris saat Tidur Bisa Jadi Night Terrors, Orang Tua Diminta Waspada

  • 05 Mar 2026 20:03 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Fenomena anak yang tiba-tiba menangis, berteriak, atau tampak histeris saat tidur kerap membuat orang tua panik. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan night terrors, yaitu gangguan tidur yang sering dialami anak-anak dan berbeda dengan mimpi buruk biasa.

Informasi yang dibagikan melalui akun parenting The Asian Parent di platform Instagram menjelaskan bahwa night terrors kerap dipicu oleh kondisi overstimulasi, seperti terlalu banyak paparan gawai, suara bising, maupun aktivitas yang terlalu padat sebelum waktu tidur. Kurangnya waktu istirahat juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami gangguan tidur tersebut.

Berbeda dengan mimpi buruk, night terrors biasanya terjadi pada fase tidur yang lebih dalam. Saat mengalami kondisi ini, anak dapat terlihat menangis, menjerit, atau tampak ketakutan. Namun, dalam banyak kasus anak sebenarnya tidak sepenuhnya sadar dan sulit dibangunkan.

Pediatri dari University of Wisconsin–Madison, Megan Moreno, MD, MSEd, MPH, menjelaskan bahwa ada sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya night terrors pada anak. “Night terrors pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti kurangnya waktu tidur, lingkungan yang bising, stres berlebih, demam tinggi, hingga pengaruh obat-obatan tertentu,” ujar Moreno.

Untuk mencegah terjadinya night terrors, orang tua disarankan membangun rutinitas tidur yang sehat bagi anak. Salah satunya dengan membatasi penggunaan gawai atau screen time sebelum tidur agar anak tidak mengalami stimulasi berlebihan dari layar digital.

Selain itu, orang tua juga dianjurkan memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, termasuk tidur siang yang sesuai dengan usianya. Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan tidur pada anak di malam hari.

Suasana kamar tidur juga berperan penting dalam kualitas tidur anak. Para orang tua disarankan menciptakan lingkungan kamar yang tenang dan nyaman, serta menghindari dekorasi yang terlalu ramai dengan warna atau gambar berlebihan agar anak lebih mudah merasa rileks saat akan tidur.

Dengan memahami penyebab dan cara pencegahannya, orang tua diharapkan tidak langsung panik ketika anak mengalami night terrors. Pendekatan yang tenang serta pengaturan pola tidur yang baik dapat membantu meminimalkan risiko gangguan tidur tersebut pada anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....