Anggota DPRD Jatim Gelar Seminar Toleransi Penguatan Kebangsaan

  • 01 Mar 2026 17:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya : Anggota DPRD Jawa Timur, Dr. Freddy Poernomo, S.H., M.H., menggandeng Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Surabaya menggelar Seminar “Toleransi dan Keberagaman dalam Bingkai Kebangsaan Indonesia”.

Kegiatan tersebur sebagai upaya memperkuat persatuan di tengah keberagaman terus digaungkan di Jawa Timur. Kegiatan ini turut melibatkan Komisariat Fakultas Hukum, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, serta Fakultas Kedokteran Ikatan Alumni Universitas Surabaya.

Seminar menghadirkan akademisi Prof. Drs.ec. Sujoko Efferin, M.Com (Hons)., M.A., Ph.D. dan tokoh muda Gus Aan Ansory, dengan Inayah Sri Wardhani, S.Psi., sebagai moderator. Dalam sambutannya, Freddy Poernomo menegaskan pentingnya merawat kebhinekaan sebagai fondasi berbangsa.

Ia menyebut, DPRD Jawa Timur telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2018 tentang Toleransi dan Keberagaman. “Keberagaman sudah dijamin konstitusi. Termasuk kelompok etnis Tionghoa, mereka adalah warga negara Indonesia dengan hak yang sama,” ujar Freddy dalam rilisnya kepada RRI Minggu 1 Maret 2026.

Menurutnya, para pendiri bangsa telah merancang Indonesia sebagai negara majemuk yang diikat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika. “Karena itu, tugas generasi saat ini adalah memperkuat solidaritas dan membangun bangsa tanpa sekat ras, suku, maupun agama,” ucapnya.

Seminar ini juga dirangkaikan dengan Bazar Perayaan Imlek, pemeriksaan kesehatan dan akupuntur gratis, serta pertunjukan budaya seperti hadrah, wayang potehi, tarian Sin Cia, barongsai, dan wushu. Panitia turut membagikan angpao kepada 125 peserta sebagai simbol kebersamaan.

Ketua Panitia, Muljo Hardijana, menuturkan kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi masyarakat, khususnya etnis Tionghoa. “Perbedaan itu bukan untuk dijauhkan, tetapi dirawat dalam kebersamaan. Yang terlihat seharusnya adalah kemampuan dan kontribusi, bukan latar belakang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari regenerasi PSMTI agar generasi muda semakin aktif berkontribusi dan membangun solidaritas sosial. “Khususnya untuk generasi muda agar jangan membuat jarak, tetapi masuk dan terlibat di tengah masyarakat,” ucapnya.

Melalui kolaborasi lintas etnis dan budaya, seminar ini diharapkan menjadi penguat komitmen bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman yang setara. Ketika tidak ada lagi rasa saling curiga dan diskriminasi, persatuan bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan nyata dalam membangun Indonesia yang lebih solid dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....