Ubi Ungu Pangan Tradisional Dengan Manfaat Kesehatan Tinggi
- 27 Feb 2026 22:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Perkembangan media sosial turut mengangkat kembali popularitas berbagai makanan tradisional Indonesia. Salah satu yang kini kembali menjadi sorotan adalah ubi ungu (Ipomoea batatas L.), yang tidak hanya dikenal sebagai pangan lokal, tetapi juga sebagai bahan pangan fungsional yang dinilai menyehatkan.
Masyarakat Indonesia sebenarnya telah lama mengonsumsi ubi ungu dalam berbagai olahan tradisional. Namun, tren gaya hidup sehat dan promosi digital membuat popularitasnya meningkat pesat di kalangan generasi muda hingga pecinta kuliner sehat.
Ahli botani asal Sidoarjo, Wahyu Damara, menjelaskan bahwa media sosial memiliki peran besar dalam mengangkat kembali citra ubi ungu sebagai makanan modern sekaligus bergizi. “Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengonsumsi ubi ungu dengan berbagai olahan. Namun seiring dengan perkembangan media sosial, popularitas ubi ungu semakin dikenal luas,” jelas Wahyu dalam wawancara dengan Pro1, Jumat 27 Februari 2026.
Warna ungu pekat pada ubi ini menjadi daya tarik utama sekaligus penanda kandungan nutrisinya. Warna tersebut berasal dari antosianin, yaitu pigmen alami yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. “Ubi ungu mengandung antosianin, pigmen alami yang memiliki aktivitas antioksidan,” ungkap Wahyu.
Antioksidan diketahui berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. Wahyu menyebutkan, sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan potensi besar ubi ungu dalam mendukung pencegahan penyakit serius, termasuk kanker.
“Berdasarkan penelitian dan studi laboratorium pada hewan menunjukkan bahwa antosianin dari ubi ungu mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hingga sekitar 75% dalam kondisi uji tertentu,” paparnya.
Selain kandungan antioksidan, ubi ungu juga kaya nutrisi penting seperti serat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, serta berbagai vitamin. Kandungan tersebut dinilai mampu membantu menjaga fungsi tubuh secara optimal. “Walau bukan dari uji klinis pada manusia, mengonsumsi ubi ungu sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, mengingat ubi ungu ini kaya akan antosianin, serat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, dan berbagai vitamin A, B, E, serta K,” imbuhnya.
Menurut Wahyu, kombinasi zat gizi tersebut menjadikan ubi ungu berpotensi menurunkan risiko penyakit tidak menular. Kandungan antosianin berperan dalam menjaga kesehatan jantung, membantu mengontrol kadar gula darah, serta memiliki sifat anti-inflamasi alami.
“Menurut saya, kandungan antosianin di dalam ubi ungu berperan dalam menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, kanker, anti-inflamasi, dan menjaga kesehatan hati,” jelasnya.
Di tengah meningkatnya tren hidup sehat, ubi ungu dinilai menjadi alternatif pangan yang mudah diolah sekaligus lezat. Wahyu merekomendasikan konsumsi ubi ungu sebagai bagian dari pola makan seimbang sehari-hari.
"Dalam kehidupan sehari-hari, ubi ungu dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, berkat kandungan antioksidan dan seratnya. Pemanfaatannya bisa diolah menjadi makanan sehat, camilan, bahan kue, atau dikonsumsi rebus karena rendah lemak,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....