Mindful Eating: Tingkatkan Kecerdasan Emosional Melalui Cara Makan

  • 27 Feb 2026 02:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Kebiasaan makan sering kali dilakukan secara terburu-buru tanpa benar-benar disadari. Padahal, cara seseorang mengonsumsi makanan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis dan kemampuan mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari.

Psikolog asal Surabaya, Wenika, menjelaskan bahwa pola makan dapat menjadi gambaran bagaimana seseorang mengendalikan diri. “Dalam psikologi terdapat konsep mindful eating atau makan dengan kesadaran, yaitu makan sambil menyadari rasa, tekstur makanan, serta sinyal lapar dan kenyang yang diberikan tubuh,” jelas Wenika kepada Pro1, Kamis 26 Februari 2026.

Konsep mindful eating mengajak individu untuk hadir sepenuhnya saat makan tanpa distraksi, seperti penggunaan gawai atau menonton televisi. Menurut Wenika, kebiasaan makan secara perlahan dan sadar mampu membantu seseorang memahami kebutuhan tubuh secara lebih baik.

Ia menambahkan, makan dengan kesadaran melatih otak untuk merespons kebutuhan nyata, bukan sekadar mengikuti dorongan sesaat. “Penelitian menunjukkan bahwa makan lebih pelan dan penuh kesadaran dapat membantu meningkatkan regulasi diri—kemampuan untuk mengendalikan impuls dan tidak bereaksi secara otomatis,” paparnya.

Kemampuan regulasi diri tersebut, lanjut Wenika, memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya saat makan. Pengendalian impuls dinilai menjadi salah satu fondasi dalam menghadapi tekanan sosial maupun emosional sehari-hari.

Wenika juga mengaitkan konsep tersebut dengan kecerdasan emosional yang dipopulerkan oleh Daniel Goleman. Ia menyebutkan bahwa kemampuan mengelola emosi diri merupakan dasar dalam membangun hubungan sosial yang sehat serta mendukung pencapaian kesuksesan individu.

Meski demikian, Wenika mengingatkan masyarakat agar tidak menarik kesimpulan secara berlebihan. “Makan lambat tidak secara otomatis menjadikan seseorang memiliki kecerdasan emosional tinggi,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan makan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari budaya, pola asuh, situasi sosial, hingga tingkat stres yang sedang dialami seseorang.

Sebagai langkah sederhana, Wenika menyarankan masyarakat mulai melatih kebiasaan makan sadar dalam kehidupan sehari-hari. “Mulailah dengan mengunyah lebih lama, merasakan tekstur makanan, dan berhenti sejenak sebelum mengambil suapan berikutnya,” sarannya. Menurutnya, mindful eating dapat menjadi latihan kecil untuk membangun ketenangan, kesabaran, dan kendali diri di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....