GP Ansor Jatim Soroti Ketimpangan Akses LPDP

  • 26 Feb 2026 13:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya -Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril menyoroti persepsi publik terhadap program LPDP. Menurutnya, beasiswa negara dinilai lebih mudah diakses kalangan ekonomi mapan.

Ia menyebut sejumlah persyaratan cukup berat bagi masyarakat terbatas akses pendidikan. “Standar bahasa Inggris dan administrasi sering hanya dipenuhi kalangan berfasilitas memadai,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Musaffa menilai diperlukan afirmasi agar kesempatan beasiswa lebih merata. “Tanpa keberpihakan jelas, program ini dinikmati kelompok yang sudah kuat secara finansial,” katanya.

Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen dan arah program LPDP. Perbaikan perlu membuka akses bagi daerah, pesantren, dan kelompok terbatas kesempatan.

“Beasiswa negara harus menjadi instrumen pemerataan dan keadilan sosial,” katanya. Ia menilai program tidak boleh terkesan hanya untuk golongan tertentu.

Musaffa juga menekankan pentingnya kontribusi alumni LPDP bagi bangsa dan negara. “Penerima beasiswa harus memiliki komitmen kebangsaan dan semangat pengabdian,” ujarnya.

Ia mengingatkan negara tidak boleh dirugikan oleh penerima beasiswa yang kehilangan orientasi nasional. Menurutnya, alumni harus kembali berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

PW GP Ansor Jawa Timur mengharapkan penguatan pembinaan dan pengawasan program beasiswa. “Nilai kebangsaan harus menjadi bagian integral pendidikan penerima LPDP,” katanya.

Ansor Jawa Timur juga mengecam konten viral berjudul “Cukup Saya WNI, Anak Jangan.” “Konten tersebut melukai rasa kebangsaan dan semangat nasionalisme," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....