Warga Aceh Masih Dibayangi Trauma Bencana
- 22 Feb 2026 18:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Bencana hidrometeorologi akhir 2025 masih menyisakan luka bagi warga terdampak di Aceh. Trauma banjir dan longsor membuat warga tetap waspada hingga sekarang.
Ramiati menjadi salah satu korban yang rumahnya terendam lumpur saat bencana tiga bulan lalu. Ia mengungsi bersama keluarga dan kehilangan mata pencaharian.
Ramiati mengaku masih mengalami trauma setiap kali hujan turun terus-menerus. "Jantung saya sering berdebar ketika hujan turun lama," ujarnya. Trauma serupa juga dialami banyak korban terdampak bencana di Aceh.
Universitas Airlangga memberikan pendampingan psikososial untuk membantu pemulihan warga. Dosen Vokasi UNAIR, Edith Frederika Puruhito, memberikan pendampingan trauma pascabencana.
Ia menilai trauma korban merupakan reaksi normal setelah mengalami bencana. "Trauma terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak hingga lansia," kata Edith, Minggu 22 Februari 2026.
Ia menyebut sebagian korban tidak menyadari dirinya mengalami trauma. Menurut Edith, korban perlu memahami gejala trauma secara psikis dan emosional.
Gejala meliputi kewaspadaan berlebih, kilas balik kejadian, perasaan hampa, serta kelelahan ekstrem. "Ingatan bencana sering muncul kembali dan membuat korban merasa lelah," ujarnya.
Ia menyebut kondisi tersebut merupakan gejala trauma tidak terlihat. Edith menjelaskan trauma juga memunculkan gangguan fisik pada korban.
"Gejalanya berupa sulit tidur, gangguan pencernaan, dan jantung berdebar, nyeri tubuh juga sering muncul akibat tekanan psikologis," katanya. Ia menambahkan trauma dapat memicu sakit kepala dan keringat berlebih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....