Dapur PUSDALOPS Jatim: 'Mata dan Telinga' Penanggulangan Bencana Jawa Timur
- 10 Jun 2026 10:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur tidak hanya bekerja saat terjadi bencana seperti banjir atau gempa bumi di lapangan. Di balik respons cepat penanganan evakuasi, terdapat sebuah "dapur" penentu kebijakan yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam penuh, yakni Pusat Pengendalian Operasi yang akrab disebut PUSDALOPS.
Dalam siaran Dialog Kentongan di Pro 4 RRI Surabaya pada Rabu, 10 Juni 2026, Pranata Pencarian & Pertolongan Pemula BPBD Provinsi Jawa Timur, Dwi Sukmawan Styaning B., membedah secara mendalam bagaimana ruang kendali ini menjadi motor penggerak utama atau "otak" di balik setiap aksi penyelamatan dan mitigasi bencana di wilayah Jawa Timur. Dwi Sukmawan menganalogikan peran vital PUSDALOPS seperti anatomi tubuh manusia. Jika petugas di lapangan bertindak sebagai tangan dan kaki, maka PUSDALOPS merupakan otak dan sistem saraf pusatnya.
Ruang kendali ini mengemban mandat krusial untuk memantau dinamika kondisi geografis di 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur tanpa jeda. "Paling gampang membayangkannya begini: kalau BPBD itu ibarat tubuh manusia, nah PUSDALOPS ini adalah otak dan sistem saraf pusatnya. Peran utama kita adalah memantau kondisi seluruh wilayah Jawa Timur 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bencana nggak kenal hari libur, jadi petugas piket selalu standby dalam sistem shift," ujar Dwi Sukmawan.
PUSDALOPS menjadi pintu pertama yang menerima informasi mentah dari lapangan, melakukan verifikasi berlapis, menyebarkan peringatan dini (early warning system), hingga mengoordinasikan pemenuhan logistik dan personel ke berbagai bidang terkait. Menjawab rasa penasaran masyarakat mengenai aktivitas petugas saat cuaca cerah dan nihil bencana, Dwi menegaskan bahwa PUSDALOPS tidak pernah mengenal kata bersantai.
Pada fase pra-bencana atau kondisi normal, ritme kerja justru diisi dengan pengetatan pemantauan (monitoring) secara berkala dan penguatan koordinasi lintas instansi sektoral. Setiap harinya, PUSDALOPS menjalin komunikasi intensif dengan BMKG untuk memantau pergerakan cuaca ekstrem, tinggi gelombang laut, dan aktivitas kegempaan.
Selain itu, pemantauan ketat juga dilakukan bersama PVMBG, khususnya terhadap aktivitas Gunung Semeru yang saat ini dilaporkan masih berada pada Status Level III (Siaga). Tak hanya urusan geologi dan vulkanologi, PUSDALOPS turut menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memantau sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Jatim, serta berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
| Baca juga: Berani Berqurban untuk Sesama |
Seluruh data mentah tersebut kemudian diolah secara disiplin menjadi Situation Report (Sitrep) atau Laporan Situasi harian yang menjadi rujukan penting pemangku kebijakan. Ketika situasi darurat pecah seperti datangnya laporan banjir bandang atau cuaca ekstrem PUSDALOPS menerapkan protokol eskalasi yang sangat ketat.
Langkah pertama dan paling sakral yang wajib dilakukan petugas adalah proses verifikasi agar tidak terjadi disinformasi. PUSDALOPS Jatim langsung menghubungi jajaran BPBD Kabupaten/Kota setempat yang berada di garis depan guna mendapatkan fakta riil dari lokasi insiden.
Setelah data dinyatakan valid, dokumen laporan taktis segera disusun secara cepat untuk dilaporkan secara berjenjang mulai dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Sekretaris Daerah (Sekda), hingga mendarat langsung di meja Gubernur sebagai basis utama pengambilan keputusan darurat. Guna menghindari kerumitan tata kelola informasi dan risiko miskomunikasi dari 38 Kabupaten/Kota, PUSDALOPS Jawa Timur telah sepenuhnya bermigrasi ke ekosistem digital.
Pengelolaan data berbasis kertas konvensional kini telah digantikan oleh sistem informasi terintegrasi yang dinamakan SMART-PB. Melalui inovasi ini, seluruh data kebencanaan di Jawa Timur bermuara pada satu pintu terpadu (Satu Data Kebencanaan). Sistem SMART-PB menyajikan visualisasi data berupa dashboard real-time yang presisi, sehingga kapan pun pimpinan daerah membutuhkan rekapitulasi nilai kerusakan fasilitas atau jumlah warga terdampak yang harus dievakuasi, data akurat dapat tersaji seketika.
Di tengah derasnya arus media sosial, fenomena penyebaran video bencana lama yang dinarasikan ulang seolah terjadi hari ini menjadi tantangan tersendiri bagi BPBD Jatim. Menghadapi hal tersebut, tim PUSDALOPS bertindak sebagai penangkal informasi palsu dengan metode cross-check kilat.
Ketika hoaks terdeteksi, tim kreatif dan komunikasi publik BPBD Jatim segera merilis infografis klarifikasi, rilis pers resmi, serta konten edukasi di kanal media sosial terverifikasi untuk meredam kepanikan masyarakat luas sebelum meluas. Di akhir dialog, Dwi Sukmawan mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tidak panik namun tetap membangun kewaspadaan yang tinggi secara mandiri.
Warga diharapkan aktif memantau kanal informasi cuaca resmi dan tidak ragu melaporkan potensi kebencanaan di lingkungan sekitar melalui saluran siaga darurat. Sebab, keselamatan bersama selalu berawal dari sebuah informasi yang dikirimkan secara cepat dan tepat dari masyarakat ke ruang kendali
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....