Jagad E-Sport, Kesetaraan bagi Atlet Disabilitas untuk Bebas Berekspresi dan Berpr
- 21 Feb 2026 09:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Jagad e-sport terus berkembang menjadi ruang inklusif yang memberi kesempatan setara bagi penyandang disabilitas untuk membangun kepercayaan diri, mengekspresikan potensi, serta menunjukkan kemampuan setara dengan atlet e-sport pada umumnya. Di tengah keterbatasan fisik dan minimnya infrastruktur ramah disabilitas di dunia nyata, e-sport justru menghadirkan panggung paling adil bagi semua kalangan.
Dalam dunia gim kompetitif seperti Mobile Legends, hambatan fisik yang kerap dihadapi penyandang disabilitas di kehidupan sehari-hari seakan lenyap. Semua pemain berdiri di garis start yang sama. Skill individu, strategi, komunikasi, dan kerja sama tim menjadi satu-satunya penentu kemenangan. Inilah yang menjadikan e-sport sebagai simbol kesetaraan.
Sekretaris komunitas Jagad E-Sport, Moch Anjasmoro Nugroho, menegaskan bahwa jagad e-sport hadir sebagai ruang yang adil sekaligus aman bagi penyandang disabilitas untuk berkembang. “Di dalam game, tidak ada perbedaan fisik. Yang dinilai adalah kemampuan bermain, strategi, dan kerja sama tim. Jagad E-Sport kami rancang sebagai ruang inklusif agar teman-teman disabilitas bisa menunjukkan potensi terbaiknya,” ujar Anjasmoro saat berbincang bersama RRI Surabaya dalam program Dialog Aspirasi,, Sabtu, 21 Februari 2026.
Lebih dari sekadar hobi, bermain gim menjadi sarana pelarian positif dan media berekspresi tanpa rasa takut dihakimi. Jagad E-Sport menyediakan safe space bagi para penyandang disabilitas untuk menjadi diri sendiri, menemukan komunitas yang solid, serta membangun kembali rasa percaya diri yang sempat hilang akibat stigma sosial.
Menurut Anjasmoro, fokus Jagad E-Sport bukanlah mengundang rasa iba masyarakat, melainkan menekankan profesionalitas dan prestasi. Komunitas yang berada di bawah naungan UPT GADISKU ini menjalankan pembinaan berjenjang, mulai dari aktivitas bermain bersama hingga diarahkan menjadi atlet e-sport yang profesional.
“Kami tidak mencari belas kasihan. Fokus kami adalah pembinaan prestasi. Dari yang awalnya sekadar mabar, kami latih mentalnya, kedisiplinannya, hingga siap bertanding layaknya atlet profesional,”ucapnya.
Kehadiran Jagad E-Sport juga menjadi upaya mendobrak stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Keterbatasan fisik dinilai tidak pernah mengunci potensi berpikir, kreativitas, maupun daya saing. Melalui e-sport, narasi lama tentang “kelompok rentan yang butuh bantuan” perlahan bergeser menjadi “generasi produktif yang mampu mencetak prestasi dan juara”.
Jagad e-sport pun kini bukan hanya arena kompetisi digital, tetapi juga simbol perubahan cara pandang, kesetaraan kesempatan, dan harapan baru bagi atlet disabilitas untuk diakui atas kemampuan, bukan keterbatasannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....