Ramadan, Bulan Tarbiyah Bentuk Karakter Diri
- 20 Feb 2026 05:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim diajak untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas ibadah tahunan, melainkan menjadikan momen ini sebagai sekolah kehidupan. Hal ini ditegaskan dalam siaran program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya edisi Jumat, 20 Februari 2026.
Terhubung sebagai narasumber, Imam Sya’roni,, Penyuluh Agama dari KUA Kecamatan Rungkut, menyampaikan topik mendalam mengenai "Ramadan Bulan Tarbiyah". Menurut Imam, istilah Tarbiyah secara bahasa berarti pendidikan, pengasuhan, atau pengembangan.
| Baca juga: Shalat Berjamaah Bentuk Karakter Siswa |
Ramadhan disebut sebagai bulan Tarbiyah karena di dalamnya terdapat proses pendidikan intensif bagi jiwa dan raga. "Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Ini adalah madrasah atau sekolah tempat kita dididik untuk memiliki kendali diri (self-control) yang kuat terhadap hawa nafsu," kata Imam.
Dalam paparannya, Imam menjelaskan ada tiga aspek utama yang dididik selama bulan Ramadhan:Tarbiyah Jasmaniyah (Fisik): Melalui puasa, tubuh diajak untuk disiplin dan merasakan empati terhadap mereka yang kekurangan.
Tarbiyah Khuluqiyah (Akhlak): Menjaga lisan dari ghibah, menjaga hati dari iri dengki, dan memperbanyak sedekah.
Tarbiyah Ruhiyah (Spiritual): Meningkatkan kedekatan dengan Sang Pencipta melalui salat malam, tadarus Al-Qur'an, dan itikaf.
| Baca juga: Jaga Amal Ramadan Tetap Istiqomah |
Imam Sya'roni menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam "Sekolah Ramadhan" ini terlihat dari konsistensinya setelah bulan suci berakhir. Jika kedisiplinan dan kedermawanan tetap terjaga di bulan-bulan berikutnya, maka tujuan Laallakum tattaqun (agar kamu bertakwa) telah tercapai.
"Tujuan akhir dari tarbiyah ini adalah perubahan perilaku. Kita ingin lulus dari Ramadhan sebagai pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, dan lebih peduli terhadap sesama," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....