Sambut Ramadan dengan Persiapan Matang
- 17 Feb 2026 09:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi edisi Minggu, 15 Februari 2026, mengangkat tema “Marhaban Ya Ramadhan” dengan narasumber KH. Ahsanul Haq selaku Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Dalam dialog tersebut dibahas kesiapan umat Islam menyambut datangnya bulan suci Ramadan serta sikap menghadapi kemungkinan perbedaan penentuan awal puasa.
Kyai Haq menjelaskan bahwa umat Islam sejak bulan Rajab dan Syaban dianjurkan memperbanyak doa agar dipertemukan dengan Ramadan. Ia menyebut doa yang sering dipanjatkan, yakni permohonan keberkahan umur serta harapan dapat bertemu bulan suci sebagai momentum peningkatan ibadah.
Menurutnya, Ramadan tahun ini berpotensi diawali dengan perbedaan tanggal di tengah masyarakat, yakni antara Rabu, 18 Februari 2026, atau Kamis, 19 Februari 2026. Perbedaan tersebut dinilai sebagai hal yang wajar karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan, baik melalui hisab maupun rukyat.
| Baca juga: Bekal Kehidupan Harus Disiapkan sejak Dini |
Ia menjelaskan bahwa metode hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan, sedangkan rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap hilal. Perbedaan cara pandang inilah yang kemudian memunculkan kemungkinan perbedaan awal Ramadan di kalangan umat Islam.
“Dalam perbedaan ini kita tidak harus mempermasalahkan secara tajam, tetapi harus bisa saling menghargai dan menghormati pendapat yang ada,” ujarnya dalam dialog tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pendapat.
Kyai Haq juga menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, setelah waktu Magrib. Penetapan awal Ramadan dilakukan berdasarkan hasil rukyat hilal di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.
Ia mengajak masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah sebagai bentuk ketaatan kepada pemimpin sebagaimana ajaran dalam Al-Qur’an. Menurutnya, keputusan pemerintah menjadi pedoman bersama demi menjaga ketertiban dan persatuan umat.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa menyambut Ramadan tidak hanya secara seremonial, tetapi juga dengan persiapan lahir dan batin.
“Marhaban ya Ramadhan harus kita sambut dengan persiapan diri yang baik agar ketika masuk bulan Ramadan kita sudah siap lahir dan batin,” katanya. Persiapan tersebut meliputi kesehatan fisik untuk berpuasa serta peningkatan ibadah seperti salat sunnah dan membaca Al-Qur’an.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....