Majelis Tabligh Muhammadiyah Jatim Gembleng 72 Kader Dakwah di Probolinggo

  • 13 Jun 2026 12:53 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Majelis Tabligh Muhammadiyah Jatim Gembleng 72 Kader Dakwah di Probolinggo
  • Direktur AMM sekaligus Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Sholikh Al Huda, mengatakan jumlah peserta masih berpotensi bertambah karena waktu pelaksanaan masih tersisa sekitar satu pekan
  • peserta Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) ke-4 Zona Dakwah Tapal Kuda yang merupakan delegasi dari tujuh daerah di kawasan Tapal Kuda, yakni Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Jember, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo.

RRI.CO.ID, Surabaya – Sebanyak 72 kader muda Muhammadiyah terdaftar sebagai peserta Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) ke-4 Zona Dakwah Tapal Kuda yang merupakan delegasi dari tujuh daerah di kawasan Tapal Kuda, yakni Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Jember, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tersebut, akan berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Selain delegasi dari kawasan tapal kuda, peserta juga berasal dari sejumlah Organisasi Otonom Muhammadiyah Jawa Timur dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur. Direktur AMM sekaligus Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Sholikh Al Huda, mengatakan jumlah peserta masih berpotensi bertambah karena waktu pelaksanaan masih tersisa sekitar satu pekan.

"Hingga 12 Juni 2026 tercatat 72 peserta telah mendaftarkan diri. Kami memperkirakan jumlahnya masih bisa bertambah menjelang pelaksanaan kegiatan," kata Sholikh Al Huda usai rapat persiapan akhir AMM di Gedung PWM Jawa Timur, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia memastikan seluruh persiapan kegiatan telah dilakukan bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo selaku tuan rumah. "Persiapan sudah matang, mulai dari ruang acara, penginapan peserta hingga kebutuhan konsumsi," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurutnya, AMM ke-4 dirancang untuk mencetak kader mubaligh yang memiliki pemahaman kuat terhadap akidah, ideologi, dan manhaj Muhammadiyah, serta mampu mengembangkan dakwah Islam yang berkemajuan dan moderat. Dalam pelatihan tersebut, peserta akan dibekali tiga kompetensi utama oleh para instruktur yang berpengalaman.

Tiga materi atau bekal yang akan diberikan itu diantaranya meliputi pemahaman ideologi dan wawasan keislaman serta kemuhammadiyahan, kemampuan manajemen dan komunikasi dakwah, serta keterampilan praktik ibadah sebagai imam salat dan khatib Jumat. Majelis Tabligh PWM Jawa Timur juga mewajibkan peserta menjalankan penugasan dakwah di daerah masing-masing setelah pelatihan berakhir.

Laporan hasil penugasan tersebut menjadi salah satu syarat kelulusan. Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat, mengikuti prosesi wisuda, dan dikukuhkan sebagai anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Jawa Timur.

"Kami berharap para peserta yang direkomendasikan oleh daerah masing-masing dapat menjadi kader dakwah yang siap memimpin dan melayani umat di berbagai wilayah," kata Sholikh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....