Mendidik Anak Era Digital, Iman Tetap Terjaga
- 11 Feb 2026 06:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi yang disiarkan Rabu, 11 Februari 2026, mengangkat topik “Mendidik Anak di Era Digital: HP di Tangan, Iman di Hati”. Materi tersebut disampaikan oleh Ustadzah Ely Rosydah, S. Ag., M. Pd., yang membahas tantangan orang tua dalam mendidik anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Ustazah Ely menjelaskan bahwa anak-anak saat ini hidup di era digital dengan akses gawai, internet, dan media sosial sejak usia dini. Teknologi membawa manfaat, namun juga berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif apabila tidak disertai pendampingan dan penanaman nilai yang kuat dari orang tua.
Dalam pemaparannya, Ustazah Ely mengingatkan bahwa Islam telah memberikan landasan jelas terkait tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam QS. At-Tahrim ayat 6 yang menegaskan kewajiban menjaga diri dan keluarga, termasuk dalam melindungi iman dan akhlak anak dari pengaruh dunia digital.
Ia juga menyinggung QS. Luqman ayat 13–19 serta QS. Ash-Shaff ayat 2–3 yang menekankan pentingnya pendidikan tauhid, adab, dan keteladanan. Menurutnya, keteladanan orang tua menjadi faktor utama yang membentuk karakter anak di tengah derasnya arus informasi digital.
Ustazah Ely memaparkan realitas anak Indonesia yang rata-rata menggunakan gawai selama 4–6 jam per hari. Kondisi tersebut berdampak pada perilaku anak, seperti mudah marah, sulit fokus, menunda salat, serta menurunnya kualitas komunikasi dalam keluarga.
Ia juga menyoroti fenomena gawai yang kerap menjadi “pengasuh” ketika orang tua sibuk bekerja. Anak terlihat tenang saat memegang HP, namun menjadi tertutup dan emosional ketika diajak berinteraksi secara langsung.
Sebagai solusi, Ustadzah Ely menekankan pentingnya parenting Islami di era digital, mulai dari menanamkan iman sebelum layar, menetapkan aturan penggunaan gawai yang jelas dan konsisten, melakukan pendampingan aktif, hingga membangun quality time tanpa gadget. Ia menegaskan, “Gadget bukan musuh, tetapi ujian dan amanah bagi orang tua.”
Menutup materinya, Ustadzah Ely mengingatkan bahwa kehadiran orang tua jauh lebih penting daripada kecanggihan teknologi. Ia menegaskan, “Anak tidak butuh HP canggih, tetapi orang tua yang hadir.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....