Tren Kebakaran Surabaya Turun Tipis

  • 10 Feb 2026 14:26 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dua peristiwa kebakaran terjadi di Kota Surabaya, Selasa, 10 Februari 2026. Masing-masing insiden dilaporkan terjadi di Jalan Dukuh Bulak Banteng dan Jalan Tambak Dalam Baru Permai. 

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan. Berdasarkan data DPKP Surabaya yang disampaikan Kabid Pemadaman, M. Rokhim, selama Januari 2026 tercatat sekitar 20 kejadian kebakaran. 

Sementara hingga 10 Februari 2026, jumlah kasus yang telah ditangani petugas tercatat kurang dari 10 kejadian. Rokhim mengatakan, angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, meski belum signifikan. 

“Secara jumlah memang relatif menurun, tetapi tidak terlalu signifikan. Karena itu kewaspadaan masyarakat tetap harus ditingkatkan,” ujar Rokhim saat diwawancarai RRI Surabaya, Selasa, 10 Februari 2026.

Sebagai pembanding, tren kebakaran di Surabaya pada 2025 mencapai 93 kejadian pada semester pertama. Data tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran di Surabaya masih cukup tinggi dari tahun ke tahun.

Menurut Rokhim, penyebab kebakaran hingga kini masih didominasi oleh korsleting listrik. “Penyebabnya lebih banyak karena korsleting listrik. Ini yang perlu terus diwaspadai, meskipun saat ini memasuki musim hujan,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, maupun banjir berpotensi memicu gangguan instalasi kelistrikan, termasuk kabel terkelupas atau jaringan yang tidak layak. “Curah hujan tinggi bisa berdampak pada jaringan listrik. Jika instalasinya tidak standar atau ada kabel rusak, risikonya cukup besar,” kata Rokhim.

DPKP Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak lengah, terutama saat meninggalkan rumah. “Pastikan peralatan listrik yang tidak digunakan sudah dicabut. Ini penting untuk mencegah korsleting,” katanya.

Selain itu, warga diminta segera melaporkan setiap kejadian kebakaran melalui call center 112 atau kanal laporan resmi lainnya agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan risiko korban maupun kerugian dapat diminimalkan. Meski tren kebakaran di awal 2026 menunjukkan penurunan, DPKP berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan agar potensi kebakaran di Kota Surabaya dapat terus ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....