Sambut Ramadan, Bedah Filosofi Tradisi Megengan Bersama Pakar

  • 09 Feb 2026 06:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Program Apresiasi Budaya kembali hadir untuk mengupas tuntas kekayaan tradisi lokal. Kali ini, diskusi hangat berfokus pada Tradisi Megengan, sebuah warisan leluhur masyarakat Jawa yang sarat akan makna spiritual dan sosial.

Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya yakni Cak Ries Handana, seorang Pecinta Budaya Nusantara, serta Cak Dhany Nartawan yang mewakili Yayasan Pasupati Semesta Nusantara.

Dalam pemaparannya, Cak Ries Handana menjelaskan bahwa istilah Megengan berasal dari kata "Megeng" yang berarti menahan. Menurutnya, tradisi ini adalah simbol persiapan diri sebelum memasuki bulan puasa.

"Megengan bukan hanya soal kumpul-kumpul atau makan kue apem. Ini adalah alarm spiritual bagi kita untuk mulai menahan hawa nafsu sebelum benar-benar berpuasa. Ada doa dan rasa syukur yang dipanjatkan di sana," ujar Cak Ries.

Senada dengan hal tersebut, Cak Dhany dari Yayasan Pasupati Semesta Nusantara menyoroti sisi sosiologis dan simbolisme kuliner dalam Megengan, terutama kehadiran kue apem.

Kue Apem: Berasal dari kata Afwan (bahasa Arab) yang berarti ampunan. Menjadi simbol permohonan maaf kepada sesama dan Sang Pencipta.

Guyub Rukun: Tradisi membagikan makanan ke tetangga (berkat) memperkuat ikatan silaturahmi antarwarga.

Pelestarian: Yayasan Pasupati Semesta Nusantara terus berkomitmen menjaga agar nilai-nilai luhur ini tidak tergerus zaman.

"Di tengah gempuran modernitas, Megengan adalah cara kita menjaga koneksi dengan leluhur dan mempererat solidaritas sosial di lingkungan terkini," tambah Cak Dhany.

Tradisi Megengan diharapkan menjadi sarana persiapan spiritual dan mental umat Muslim dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Melalui doa bersama, sedekah makanan (apem), dan ziarah kubur, tradisi ini bertujuan memohon ampunan, mempererat silaturahmi, serta memupuk rasa syukur, sehingga puasa dapat dijalankan dengan hati yang bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....