Jangan Tunggu Ramadan Baru Berubah

  • 07 Feb 2026 07:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjelang Ramadan, Ustazah Choironi Azizah, Sekretaris Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah PDNA Ngawi, mengajak umat Islam untuk tidak menunda perubahan diri dengan alasan menunggu bulan suci. Menurutnya, Ramadan bukan titik awal perubahan, melainkan puncak dari proses perbaikan iman, akhlak, dan ibadah yang seharusnya sudah dimulai sejak sekarang.

Ia menyoroti kebiasaan sebagian orang yang kerap berkata, “Nanti saja saat Ramadan” baik untuk menahan emosi, memperbaiki akhlak, membaca Al-Qur’an, maupun mendekatkan diri kepada Allah. Padahal, kesempatan untuk berbuat baik telah Allah berikan hari ini, bukan esok atau pada momen tertentu.

“Ketika kita terus berkata nanti saja menunggu Ramadan, itu menunjukkan hati kita belum benar-benar mengambil keputusan untuk berubah. Padahal Ramadan adalah puncak, bukan tombol ajaib yang mengubah seseorang dalam semalam,” ujar Ustazah Azizah saat memberikan tausiyah dalam program acara Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Sabtu, 7 Februari 2026.

Ustazah Azizah menegaskan, ajaran Islam justru mendorong umatnya untuk bersegera dalam kebaikan, bukan menundanya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 133: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

Menurutnya, perintah tersebut jelas: bersegera, bukan menunggu waktu yang dianggap ideal. Ia menambahkan, pesan tersebut selaras dengan makna Surat Ali Imran ayat 8, yang mengajarkan agar hati tetap teguh setelah memperoleh petunjuk. Ayat ini menjadi pengingat bahwa menunda kebaikan sering kali bukan soal waktu, melainkan keraguan hati.

Keteladanan perubahan tanpa menunda, lanjut Ustazah Azizah, dapat dilihat dari kisah sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab. Umar tidak menunggu Ramadan atau kondisi yang lebih tenang, tetapi langsung menerima kebenaran ketika hatinya disentuh hidayah. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan sejati lahir dari keputusan hati, bukan dari penantian momen.

Ustazah Azizah juga menegaskan bahwa meskipun Ramadan adalah bulan penuh rahmat, bulan suci tersebut tidak akan bermakna tanpa persiapan hati sebelumnya. Ia mengingatkan hadis riwayat Ahmad, yang menyebutkan bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus.

“Bukan puasanya yang salah, tetapi hati yang belum dipersiapkan. Ramadhan hanya akan menguatkan apa yang sudah kita bangun sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Allah lebih menghargai kejujuran niat untuk berubah hari ini dibandingkan keinginan taubat yang terus ditunda. Menurutnya, pertobatan tidak menunggu momen besar, tetapi keberanian untuk memulai sekarang.

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Surat Ar-Ra’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

“Jangan tunggu siap untuk taat, tapi kuatkan hati untuk melangkah. Allah tidak menunggu kita sempurna untuk mendekat kepada-Nya,” katanya.

Ia pun menutup dengan pesan reflektif bahwa perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar. Dalam pandangannya, satu langkah kecil yang dilakukan hari ini jauh lebih bernilai di sisi Allah dibandingkan niat besar yang terus tertunda.

“Satu langkah kecil hari ini lebih Allah hargai daripada langkah besar yang tidak pernah dimulai,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....