Kebersihan Alun-Alun Sidoarjo Didorong Sejalan Agenda Lingkungan Nasional
- 05 Feb 2026 09:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Penguatan aturan pengelolaan ruang publik kembali mengemuka seiring sorotan Presiden Prabowo Subianto terhadap daerah-daerah yang dinilai belum optimal dalam pengendalian dan pengelolaan sampah. Di Jawa Timur, dorongan penegakan larangan merokok dan disiplin kebersihan menguat di Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo, ruang terbuka hijau yang menjadi ikon baru kota.
Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Adam Rusydi, menegaskan perlunya regulasi tegas agar alun-alun benar-benar berfungsi sebagai ruang publik yang sehat, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. “Harus ada larangan tegas untuk tidak merokok di Alun-Alun Jayandaru serta penegakan disiplin kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Presiden Prabowo juga sudah menyinggung masih adanya daerah yang pengelolaan dan pengendalian sampahnya belum optimal. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Adam yang juga ketua DPD Golkar Sidoarjo, Rabu 4 Februari 2026 malam tadi.
Menurut Adam, pembangunan fasilitas publik dengan anggaran besar harus diimbangi dengan kesadaran kolektif masyarakat serta dukungan pengawasan dari pemerintah daerah. Tanpa keduanya, fungsi alun-alun sebagai ruang interaksi sosial dan ekologis berpotensi tidak maksimal.
Dalam kegiatan tersebut, keterlibatan mahasiswa dinilai menjadi faktor penting dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda. Adam berharap gerakan tersebut tidak berhenti di satu titik, melainkan meluas ke berbagai daerah.
“Melalui keterlibatan mahasiswa, kami berharap gerakan menjaga lingkungan ini bisa menginspirasi kalangan muda lainnya dan menular ke daerah-daerah lain,” ujarnya.
Adam juga menegaskan bahwa aksi yang digelar kader dan simpatisan Partai Golkar bersama mahasiswa bukan bertujuan mencari panggung popularitas, melainkan sebagai upaya menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan. “Aksi Golkar kali ini bukan untuk pencitraan. Ini murni menyebarkan virus kebaikan agar masyarakat semakin peduli menjaga lingkungan dan fasilitas publik,” katanya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Cinta, mahasiswa semester VI Program Studi Administrasi Publik, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah. “Fasilitas publik ini menelan anggaran yang sangat besar. Sudah seharusnya dijaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Cinta.
Ia juga mengimbau para pengunjung agar tertib dan memiliki kesadaran dasar dalam menjaga kebersihan, terutama dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. “Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya akan sangat menentukan wajah dan kualitas lingkungan Alun-Alun Jayandaru,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....