​Disbudpar Jatim Kaji Status Bangunan Sejarah Rumah Radio Bung Tomo

  • 04 Feb 2026 20:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evie Afiana Sari, menyatakan bahwa pemerintah saat ini tengah berproses melakukan kajian untuk menyikapi isu yang berkembang di masyarakat terkait bangunan bersejarah yang dahulu menjadi pusat siaran perjuangan Bung Tomo di Kelurahan Tegalsari RT/RW 03, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Kami, baik pemerintah kota maupun pemerintah provinsi, sedang sama-sama berproses. Surat Keputusan Walikota pada saat itu sudah dicabut, bangunan ini bukan lagi cagar budaya," ujar Evie, kepada Radio Republik Indonesia (RRI), pada Rabu 4 Februari 2026.

Meski status hukumnya telah berubah, Evie menegaskan bahwa pihak Provinsi tetap memberikan perhatian khusus pada nilai sejarah bangunan tersebut. "Ibu Gubernur terutama tetap selalu menghormati sejarah-sejarah yang ada di Provinsi Jawa Timur, maka itu beliau memerintahkan kepada kami semua untuk turut menjaga dan melestarikan," ucapnya.

Ia juga meminta, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan terkait polemik ini. "Saya harapkan masyarakat tidak gegabah untuk menilai sesuatu atau menjustifikasi sesuatu. Kita ikuti saja prosesnya," kata Evie.

Rumah Bung Tomo di Kelurahan Tegalsari RT/RW 03, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Jawa Timur, kini berstatus milik pribadi setelah status cagar budayanya dicabut pada Tahun 2016 silam. (Foto: RRI/Andre).

Bangunan yang pernah menjadi saksi bisu kobaran semangat kemerdekaan itu kini berubah wajah menjadi hunian mewah dengan pagar beton tinggi, yang dinilai jauh dari nilai historis aslinya. Persoalan ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan pemerhati sejarah dan budayawan. Pasalnya, bangunan nomor 10 di Jalan Mawar, tersebut kini berstatus milik pribadi setelah status cagar budayanya dicabut pada Tahun 2016 silam.

Isu pelestarian ini tidak hanya menjadi diskursus lokal, tetapi juga telah menarik perhatian di tingkat nasional. Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung keberadaan stasiun radio RRI yang digunakan Bung Tomo tersebut dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, pada awal Januari lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....